Memuat...

10 Tewas dalam Serangan Fajar di Lebanon Selatan, 'Israel' Perintahkan Evakuasi 16 Desa

Zarah Amala
Rabu, 4 Maret 2026 / 15 Ramadan 1447 11:58
10 Tewas dalam Serangan Fajar di Lebanon Selatan, 'Israel' Perintahkan Evakuasi 16 Desa
Korban luka dilaporkan di lokasi serangan udara Israel yang menargetkan sebuah bangunan di kota Aramoun, selatan Beirut, pagi ini (AFP)

BEIRUT (Arrahmah.id) - Gelombang serangan udara intensif 'Israel' kembali mengguncang Lebanon pada Rabu fajar (4/3/2026), menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 14 lainnya. Serangan ini menyasar wilayah Gunung Lebanon dan Ba'albek, hanya berselang satu hari setelah "Selasa Berdarah" yang merenggut 50 nyawa warga sipil.

Di saat yang sama, militer 'Israel' mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi penduduk di 16 kota dan desa di Lebanon Selatan. Warga diinstruksikan untuk segera menjauh minimal satu kilometer dari pemukiman mereka karena militer akan melakukan operasi pembersihan infrastruktur Hizbullah.

Kementerian Kesehatan Lebanon merinci sebaran korban dalam serangan fajar tersebut, 6 orang tewas dan 8 luka-luka dalam serangan di wilayah Aramoun dan Saadiyat. Serangan udara juga dilaporkan menghantam area Hazmieh. Di Ba'albek (Lembah Bekaa), 4 orang tewas dan 6 lainnya terluka setelah jet tempur 'Israel' membombardir sebuah kompleks perumahan.

Ledakan dahsyat juga terdengar di ibu kota, disusul kepulan asap hitam dari pinggiran selatan (Dahiyeh) yang menargetkan fasilitas komunikasi satelit dan gudang senjata milik intelijen Hizbullah.

Eskalasi ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Otoritas Lebanon mencatat sekitar 58.000 orang telah meninggalkan rumah mereka. PBB melaporkan 30.000 di antaranya kini berada di pusat penampungan darurat.

Saksi mata melaporkan tentara Lebanon telah mundur dari sedikitnya 7 pos terdepan di perbatasan. Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) mengonfirmasi adanya pasukan darat 'Israel' yang sempat melintasi perbatasan di empat lokasi sebelum kembali ke arah selatan.

Hizbullah menyatakan telah melanjutkan operasi militer secara penuh sebagai bentuk pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kelompok ini mengeklaim telah melakukan 11 serangan, termasuk menghantam 5 tank 'Israel' menggunakan rudal berpemandu dan menyerang pangkalan laut Haifa dengan rudal khusus.

Pangkalan udara Ramat David dan pusat kendali operasi udara Meron di 'Israel' utara menjadi target serangan drone bunuh diri. Hizbullah mengecam keputusan pemerintah Lebanon yang mengumumkan larangan segera atas aktivitas militer mereka, menyebutnya sebagai keputusan yang hanya akan memicu ketegangan domestik lebih lanjut.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa 'Israel' akan terus meningkatkan intensitas serangan. "Hizbullah sedang menyeret rakyat Lebanon ke dalam perang yang bukan milik mereka," tegasnya. Sementara itu, Kepala Staf militer 'Israel', Eyal Zamir, menyatakan serangan tidak akan berhenti hingga Hizbullah sepenuhnya dilucuti senjatanya. (zarahamala/arrahmah.id)