Memuat...

AS Tuduh Cina Biayai Perang Iran, Ketegangan Diplomatik Kian Memanas

Hanoum
Rabu, 6 Mei 2026 / 19 Zulkaidah 1447 03:57
AS Tuduh Cina Biayai Perang Iran, Ketegangan Diplomatik Kian Memanas
Foto ilustrasi. [Foto: X]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Amerika Serikat (AS) menuduh Cina memberikan dukungan finansial kepada Iran dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah, termasuk disebut berperan dalam menopang pendanaan perang Iran. Tuduhan ini memperdalam ketegangan antara Washington dan Beijing di tengah krisis regional yang terus meluas.

Dilansir Al Jazeera (5/5/2026), pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat pemerintah Amerika Serikat pada Selasa (5/5), di tengah meningkatnya eskalasi perang Iran dan operasi militer AS di kawasan Selat Hormuz. Dalam pernyataan tersebut, Washington menilai bahwa keterlibatan ekonomi Cina melalui pembelian minyak Iran serta kerja sama perdagangan tertentu secara tidak langsung membantu pendanaan aktivitas militer Teheran.

Peristiwa ini terjadi di tengah konflik berskala besar di Timur Tengah yang telah mengganggu jalur perdagangan energi global dan memperburuk hubungan antara kekuatan besar dunia. Amerika Serikat, yang saat ini juga terlibat dalam operasi militer dan blokade di kawasan strategis tersebut, menilai bahwa dukungan ekonomi terhadap Iran dapat memperpanjang perang dan meningkatkan instabilitas regional.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Cina membantah keras keterlibatan langsung dalam pendanaan perang Iran. Dalam pernyataan resmi di forum diplomatik internasional, Duta Besar Cina untuk PBB Fu Cong menegaskan bahwa tuduhan Amerika Serikat tidak berdasar dan justru memperkeruh situasi.

Ia menyatakan, “Kami menolak klaim bahwa China mendanai perang Iran. Prioritas kami adalah menjaga stabilitas kawasan dan memastikan jalur perdagangan tetap terbuka,” seperti dikutip CNN.

Isu ini muncul bersamaan dengan meningkatnya tekanan internasional untuk meredakan konflik Iran–AS, termasuk seruan pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia. Namun, perbedaan posisi antara Amerika Serikat dan Cina mengenai konflik ini memperlihatkan adanya perpecahan tajam dalam upaya diplomasi global.

Hingga saat ini, belum ada bukti publik yang diverifikasi secara independen mengenai keterlibatan langsung Cina dalam pembiayaan militer Iran. Namun, para analis menilai bahwa hubungan ekonomi kedua negara, terutama di sektor energi, tetap menjadi salah satu faktor geopolitik yang paling sensitif dalam konflik yang sedang berlangsung. (hanoum/arrahmah.id)