KABUL (Arrahmah.id) - Setelah berbulan-bulan terjadi tarik-ulur antara Imarah Islam Afghanistan dan Amerika Serikat terkait para tahanan, Kementerian Luar Negeri hari ini menyerahkan Dennis Coyle, warga negara AS yang ditahan di Afghanistan, kepada delegasi yang termasuk Zalmay Khalilzad, duta besar UEA di Kabul, dan saudara laki-laki tahanan tersebut.
Zalmay Khalilzad, mantan utusan khusus AS untuk perdamaian Afghanistan, sambil menyatakan apresiasi atas langkah Imarah Islam Afghanistan ini, menekankan kelanjutan pembicaraan antara Kabul dan Washington mengenai semua isu dan menyatakan harapan untuk kemajuan lebih lanjut di masa depan, lansir Tolo News (24/3/2026).
Khalilzad mengatakan: “Saya senang bahwa warga negara Amerika yang ditahan di Afghanistan ini telah dibebaskan hari ini dan kembali ke tanah airnya, Amerika Serikat. Ini adalah keputusan yang sangat baik.”
Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan terima kasih kepada Uni Emirat Arab dan Qatar atas kerja sama mereka dan atas fasilitasi proses tersebut.
Sementara itu, putra Mohammad Rahim, warga negara Afghanistan yang ditahan di Amerika Serikat, mengatakan bahwa dalam surat yang ia berikan kepada Zalmay Khalilzad, ia meminta pembebasan ayahnya dari penjara Guantanamo.
Putra Mohammad Rahim mengatakan: “Sebelumnya, kami diberitahu bahwa ia akan dibebaskan dan diserahkan ke Qatar, dan kami sangat senang. Tetapi setelah beberapa waktu, mereka mengingkari janji mereka dan ayah saya masih belum dibebaskan. Saya berharap Amerika Serikat dan kepemimpinannya akan memutuskan pembebasan ayah saya.”
Amerika Serikat mengklaim bahwa, selain Dennis Coyle, dua warga negara Amerika lainnya—Mahmood Shah Habibi dan Paul Overby—juga ditahan oleh Imarah Islam.
Namun, Imarah Islam secara konsisten membantah menahan Mahmood Shah Habibi. (haninmazaya/arrahmah.id)
