Memuat...

Gaza Makin Terlupakan, Proyek Board of Peace Trump Macet

Zarah Amala
Kamis, 12 Maret 2026 / 23 Ramadan 1447 18:42
Gaza Makin Terlupakan, Proyek Board of Peace Trump Macet
Perang di Iran mempersulit inisiatif Board of Peace yang diluncurkan oleh pemerintahan Trump (AFP).

GAZA (Arrahmah.id) - Proyek ambisius Presiden AS Donald Trump yang bernama Dewan Perdamaian (Board of Peace) kini menghadapi hambatan besar. Inisiatif yang dirancang untuk membangun kembali Gaza pasca-gencatan senjata Oktober lalu tersebut mulai kehilangan momentum sejak pecahnya perang melawan Iran pada akhir Februari.

Laporan dari Politico mengungkapkan bahwa meskipun sekitar 24 negara telah menjanjikan dana lebih dari 16 miliar dolar AS (termasuk 10 miliar dolar dari AS), dana tersebut hingga kini belum cair menjadi pembiayaan nyata. Kesibukan utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dalam menangani konflik regional dengan Teheran serta perang di Ukraina membuat berkas Gaza tergeser dari prioritas utama.

Menteri Luar Negeri Indonesia melaporkan kepada Reuters bahwa pembicaraan mengenai Dewan ini terhenti total akibat perang Iran. Bahkan, Presiden Indonesia mengancam akan menarik diri dari inisiatif ini jika tidak memberikan manfaat nyata bagi rakyat Palestina.

Akibat perang dengan Iran, 'Israel' kembali menutup Gerbang Rafah. Hal ini menghentikan aliran bantuan yang sebelumnya mulai lancar, sekaligus menjadi kemunduran besar bagi salah satu langkah praktis gencatan senjata.

Dewan menetapkan pelucutan senjata Hamas sebagai syarat mutlak dimulainya rekonstruksi. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang berhasil dicapai di lapangan terkait isu sensitif tersebut.

Para pengamat dari Carnegie Endowment for International Peace mempertanyakan masa depan Dewan ini mengingat mandatnya dari Dewan Keamanan PBB akan berakhir pada 2027, sementara pengaruhnya terhadap kebijakan 'Israel' masih minim.

Meski Trump menegaskan Witkoff dan Kushner terus bekerja, kunjungan mereka ke 'Israel' pekan ini terpaksa ditunda karena faktor keamanan dan kesibukan menangani front Iran.

Pengamat memperingatkan bahwa jika proyek ini gagal mencapai target dasarnya, Gaza berisiko menghadapi eskalasi militer baru dari 'Israel' di tengah ketegangan regional yang kian memuncak. Fokus Washington yang kini hampir sepenuhnya terserap oleh konflik dengan Iran membuat harapan warga Gaza untuk rekonstruksi bangunan yang hancur semakin menipis. (zarahamala/arrahmah.id)