Memuat...

Penembakan Massal di Austin: Tiga Tewas, Pelaku Pakai Sweater “Property of Allah”

Hanoum
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 04:46
Penembakan Massal di Austin: Tiga Tewas, Pelaku Pakai Sweater “Property of Allah”
Penembakan massal di Austin, Amerika Serikat dan pelaku. [Foto: X]

AUSTIN (Arrahmah.id) -- Sebuah penembakan massal di Buford’s Backyard Beer Garden, bar populer di West Sixth Street downtown Austin, Texas, pada Ahad (1/2/2026). Insiden itu menewaskan tiga orang (termasuk pelaku) dan melukai 14 lainnya setelah seorang pria mulai menembak pengunjung di luar lokasi hiburan malam tersebut. Pelaku dilaporkan mengenakan sweater bertuliskan “Property of Allah” dan kaus dengan lambang bendera Iran.

Menurut penjelasan dari Austin Police Department, seperti dilansir The Texas Tribune (1/3), serangan dimulai sekitar pukul 01.59 waktu setempat saat pelaku mengarahkan tembakan dari kendaraan SUV ke arah pengunjung bar. Tak lama dia kemudian keluar dengan senapan serbu dan menembak pejalan kaki sebelum petugas polisi yang berada di sekitar lokasi menembaknya hingga tewas. Setidaknya tiga korban tewas dan 14 lainnya dirawat di rumah sakit di tengah suasana panik di kawasan hiburan yang ramai.

Pejabat penegak hukum mengidentifikasi tersangka sebagai 53 tahun, naturalisasi warga AS, dan pakaian yang dikenakannya — termasuk sweater dengan tulisan “Property of Allah” dan simbol bendera Iran — memicu penyelidikan FBI sebagai kemungkinan aksi terorisme ideologis. Materi yang ditemukan di lokasi dan kendaraan pelaku menimbulkan indikasi hubungan dengan sentimen anti-AS/anti-Israel, tetapi penyidik masih mengumpulkan bukti untuk menetapkan motif secara resmi.

Sekitar 17 orang dirawat setelah tembakan meletus tak jauh dari University of Texas at Austin di distrik hiburan yang biasanya ramai pada dini hari Minggu itu. Otoritas juga mengkonfirmasi bahwa respons cepat polisi dan layanan medis mungkin mencegah korban lebih banyak lagi.

Ini menjadi salah satu insiden paling serius di Austin dalam beberapa tahun terakhir, memunculkan kekhawatiran tentang potensi hubungan dengan konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah dan meningkatkan kewaspadaan keamanan di kota-kota besar AS lainnya. (hanoum/arrahmah.id)