GAZA (Arrahmah.id) - Seorang anak Palestina dilaporkan gugur dan sejumlah anggota polisi terluka akibat serangan udara 'Israel' yang menyasar kantor polisi di bagian utara Kota Gaza, Selasa malam (5/5/2026). Serangan ini menambah jumlah korban jiwa di Jalur Gaza menjadi tiga orang sejak Selasa pagi, di tengah berlanjutnya pelanggaran 'Israel' terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Kementerian Dalam Negeri di Gaza menyatakan bahwa pesawat tempur 'Israel' menyerang kantor polisi Sheikh Radwan, yang mengakibatkan kematian seorang anak dan melukai beberapa petugas kepolisian.
Sebelumnya, pada Selasa pagi (5/5), dua warga Palestina gugur dan empat lainnya terluka dalam dua serangan terpisah oleh pesawat nirawak (drone) 'Israel'. Serangan pertama menyasar sebuah sepeda motor di dekat Bundaran Kuwait di tenggara Kota Gaza, sementara serangan kedua menargetkan kerumunan warga sipil di Jalan Al-Jalaa pada waktu subuh, yang menewaskan pemuda bernama Muhammad Jamal Al-Ghandour.
Di sisi lain, radio militer 'Israel' mengklaim bahwa pasukan mereka telah membunuh sekitar 100 pejuang Hamas dalam operasi intensif di Jalur Gaza selama beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, tiga warga Palestina terluka akibat serangan pemukim 'Israel' pada Selasa malam (5/5) di wilayah Masafer Yatta, selatan Al-Khalil (Hebron). Palang Merah Palestina mengonfirmasi bahwa tim medis telah mengevakuasi para korban ke rumah sakit setelah mereka mengalami pemukulan dalam serangan yang berlangsung di bawah perlindungan militer 'Israel' di wilayah Rujum Ali dan Umm al-Qubur.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang eskalasi pemukim yang meluas. Komite Perlawanan Tembok dan Pemukiman mencatat lebih dari 1.600 serangan pemukim terjadi selama bulan April saja.
Sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Tepi Barat telah meningkat hingga mencapai sedikitnya 1.155 syuhada dan sekitar 11.750 orang terluka. Kondisi ini diperburuk dengan perluasan pemukiman ilegal yang masif di wilayah Palestina yang diduduki, bersamaan dengan blokade dan serangan harian yang terus berlanjut di Gaza meskipun di bawah kesepakatan gencatan senjata. (zarahamala/arrahmah.id)
