Memuat...

Serang Media, Lalu Menghilang: Kontroversi Baru Trump di Gedung Putih

Samir Musa
Kamis, 23 April 2026 / 6 Zulkaidah 1447 18:54
Serang Media, Lalu Menghilang: Kontroversi Baru Trump di Gedung Putih
Trump berencana mundur untuk menghindari “rasa malu”, menurut istilah Daily Beast (Associated Press).
WASHINGTON (Arrahmah.id) - Media Amerika Serikat, Daily Beast, mengungkap adanya dugaan strategi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan tajam terhadap media dalam acara jamuan tahunan White House Correspondents’ Dinner yang digelar di White House pada Sabtu mendatang.
Menurut laporan tersebut, Trump disebut akan menggunakan panggung acara untuk menyerang berbagai institusi media yang selama ini ia tuding bersikap bias terhadap dirinya, termasuk dalam liputan konflik dengan Iran. Namun, setelah melancarkan kritik, ia dikabarkan akan “meninggalkan acara lebih awal” sebelum sesi penghargaan dan hiburan dimulai.

Kontroversi dan “Menghindari Malu”

Sumber internal yang dikutip menyebutkan bahwa Trump ingin menghindari momen yang dianggap memalukan, terutama terkait penghargaan yang akan diberikan kepada The Wall street Journal  atas laporan investigasi yang menyinggung dirinya dan pengusaha kontroversial Jeffrey Epstein.

Salah satu laporan yang kembali mencuat adalah dugaan adanya surat ulang tahun tahun 2003 yang dikaitkan dengan Trump untuk Epstein, yang berisi gambar dan pesan bernada simbolik. Meski demikian, Trump telah membantah keterlibatannya dan menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah.

Sebelumnya, Trump juga menggugat media tersebut dengan tuntutan besar, namun pengadilan dilaporkan menolak gugatan tersebut.

Hubungan Panas dengan Media


Hubungan Trump dengan media telah lama dikenal tegang. Sejak masa kepresidenan sebelumnya, ia kerap mengkritik media arus utama dan menuduh adanya keberpihakan politik dalam pemberitaan.

Tradisi jamuan wartawan Gedung Putih sendiri biasanya dihadiri langsung oleh presiden Amerika Serikat, termasuk sesi komedi yang menyindir pemerintah. Namun, laporan menyebutkan Trump tidak akan mengikuti format penuh tersebut.

Menariknya, format acara tahun ini juga disebut mengalami perubahan, di mana unsur komedi dikurangi meski tetap digantikan dengan hiburan lain.

Jejak Ketegangan Politik


Ketegangan antara Trump dan media bukan hal baru. Salah satu titik awal yang sering disebut terjadi saat ia menjadi sasaran lelucon dalam jamuan serupa oleh mantan Presiden
Barack Obama pada tahun 2011, yang kemudian memperburuk relasinya dengan kalangan pers.

Situasi ini kembali menegaskan jurang yang semakin lebar antara Gedung Putih dan media di Amerika Serikat, terutama di tengah meningkatnya polarisasi politik dan isu-isu sensitif yang terus berkembang.

(Samirmusa/arrahmah.id)