Memuat...

Trump “Ngambek”, Minta Negara Lain Ambil Sendiri Minyak di Hormuz

Hanoum
Rabu, 1 April 2026 / 13 Syawal 1447 05:31
Trump “Ngambek”, Minta Negara Lain Ambil Sendiri Minyak di Hormuz
Foto ilustrasi. [Foto: X]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyuruh negara-negara lain mengambil sendiri minyak di Selat Hormuz, sebagai bentuk kekecewaan karena tidak membantu perang melawan Iran.

Dilansir Reuters (31/6/2026), pernyataan itu disampaikan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan krisis energi global akibat terganggunya jalur vital Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Trump secara terang-terangan meminta negara-negara yang tidak mendukung operasi militer AS untuk mengamankan sendiri kebutuhan energinya, bahkan dengan cara mengambil langsung dari kawasan tersebut.

Ia juga secara khusus mengkritik sekutu-sekutu Barat seperti Inggris dan Prancis yang dinilai tidak memberikan dukungan dalam konflik. Trump menyebut negara-negara tersebut seharusnya tidak bergantung pada Amerika Serikat, melainkan “pergi ke Selat Hormuz dan ambil saja” minyak yang mereka butuhkan.

Nada pernyataan tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk frustrasi atau “ngambek” politik Trump terhadap sekutu-sekutu tradisionalnya, yang menolak terlibat langsung dalam perang melawan Iran. Beberapa negara Eropa memang memilih menjaga jarak dan menolak memberikan dukungan militer, bahkan membatasi penggunaan wilayah mereka untuk operasi AS.

Sementara itu, pejabat pertahanan AS juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan Selat Hormuz seharusnya tidak hanya dibebankan kepada Amerika Serikat. Negara-negara yang bergantung pada jalur energi tersebut didorong untuk ikut terlibat dalam menjaga stabilitas kawasan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Konflik yang berlangsung telah menyebabkan gangguan besar terhadap lalu lintas tanker dan memicu lonjakan harga energi global serta ketidakstabilan pasar keuangan.

Analis menilai pernyataan Trump ini berpotensi memperburuk ketegangan internasional, karena mendorong tindakan sepihak negara-negara lain di kawasan konflik. Selain itu, retorika tersebut juga mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap sekutu AS untuk mengambil peran lebih besar dalam krisis yang terus berkembang di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)