RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi mengklaim berhasil menembak jatuh sekitar 64 drone yang diduga diluncurkan Iran dan menargetkan wilayah strategis kerajaan, termasuk ibu kota Riyadh serta fasilitas militer yang digunakan Amerika Serikat. Serangan tersebut menjadi salah satu gelombang serangan drone terbesar dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan, seperti dilansir Arab News (16/3/2026), sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat dan menghancurkan puluhan drone yang memasuki wilayah udara negara itu sejak dini hari. Drone-drone tersebut dilaporkan diarahkan ke sejumlah target di wilayah Riyadh dan Provinsi Timur yang menjadi lokasi penting bagi instalasi militer dan energi.
Beberapa target yang diduga menjadi sasaran serangan termasuk fasilitas militer yang berkaitan dengan operasi Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dalam beberapa insiden sebelumnya, fasilitas Amerika di Arab Saudi juga dilaporkan menjadi target serangan drone, termasuk kompleks diplomatik AS di Riyadh yang sempat mengalami kerusakan ringan akibat serangan udara tak berawak.
Serangan drone tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik regional antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu rangkaian serangan balasan di berbagai negara Timur Tengah. Sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Kuwait, dilaporkan meningkatkan sistem pertahanan udara mereka setelah serangan drone dan rudal meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Media internasional juga melaporkan bahwa wilayah Arab Saudi sebelumnya telah menjadi sasaran berbagai serangan drone dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak, bandara, hingga pangkalan militer. Salah satu serangan sebelumnya bahkan menargetkan kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco, meskipun sebagian besar drone berhasil dicegat sebelum mencapai target utama.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam sejak pecahnya perang yang melibatkan Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Konflik tersebut memicu gelombang serangan lintas negara menggunakan rudal dan drone yang mengancam jalur energi global serta keamanan instalasi militer di kawasan.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan akan terus mengambil langkah militer yang diperlukan untuk melindungi wilayah, warga sipil, dan fasilitas strategis dari serangan lebih lanjut di tengah konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
