Memuat...

Dokumen Baru Epstein Gegerkan Publik: Benarkah Ia Masih Hidup?

Samir Musa
Jumat, 27 Maret 2026 / 8 Syawal 1447 06:50
Dokumen Baru Epstein Gegerkan Publik: Benarkah Ia Masih Hidup?
Jeffrey Epstein file (ist)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Dokumen baru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali memicu kontroversi lama terkait kematian Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang sebelumnya divonis dalam kasus jaringan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.

Rilis dokumen pada 30 Januari lalu membuka kembali perdebatan publik, terutama setelah muncul berbagai spekulasi di internet yang menyebut Epstein masih hidup. Klaim tersebut bahkan dikaitkan dengan aktivitas digital dalam gim populer Fortnite, yang memunculkan kembali tanda tanya lama mengenai kematiannya.

Laporan ini juga diangkat dalam program “Dunia Gelap Epstein” yang tayang dalam serial Al Jazeera Investigates, yang menyoroti berbagai dokumen baru serta teori konspirasi yang terus berkembang seputar kasus tersebut.

Salah satu dokumen mengungkap nama pengguna yang diduga terkait dengan Epstein di platform YouTube, lengkap dengan alamat emailnya. Meski tampak sepele, temuan ini memicu gelombang spekulasi di kalangan pengguna internet.

Dokumen lain menunjukkan adanya transaksi senilai 25 dolar AS untuk pembelian mata uang digital dalam gim Fortnite, salah satu gim daring paling populer di dunia.

Menurut laporan media Amerika, pengguna internet menemukan akun dengan nama serupa yang masih aktif hingga tahun 2025, sebelum akhirnya berubah menjadi akun privat pada Februari 2026. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan sebagian pihak.

Namun, perusahaan pengembang gim Fortnite, Epic Games, membantah keterkaitan tersebut. Mereka menyatakan bahwa akun itu tidak memiliki hubungan dengan Epstein dan kemungkinan hanya pengguna lain yang mengganti nama akun setelah dokumen dipublikasikan.

Meski telah ada klarifikasi, spekulasi tidak mereda. Media seperti The New York Times menyebut bahwa teori terkait Fortnite hanyalah satu dari puluhan teori konspirasi yang mengelilingi kasus ini.

Kematian yang Penuh Tanda Tanya

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel tahanannya di Manhattan, New York, pada 10 Agustus 2019 sekitar pukul 06.39 pagi.

Pihak medis resmi menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri. Namun, saat itu, Jaksa Agung AS William Barr mengakui bahwa terdapat “pertanyaan serius” terkait insiden tersebut.

Beberapa hari sebelum kematiannya, seorang komedian Amerika, Terrence K. Williams, sempat mengunggah pernyataan di media sosial yang menyinggung koneksi politik Epstein. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan bahkan dibagikan ulang oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Teori konspirasi berkembang dari berbagai arah. Kelompok liberal dan konservatif saling melontarkan tuduhan melalui tagar yang berbeda, masing-masing mengaitkan Epstein dengan tokoh politik tertentu.

Bahkan, mantan pejabat tinggi FBI sempat meragukan versi resmi sebelum akhirnya menarik kembali pernyataannya.

Laporan lain menyebut seorang pengguna anonim di forum internet telah mengunggah kabar kematian Epstein sekitar 38 menit sebelum pengumuman resmi dirilis.

Sementara itu, rekaman kamera pengawas yang dirilis untuk meredam kontroversi justru menimbulkan pertanyaan baru, setelah ditemukan adanya jeda waktu sekitar 62 detik yang tidak terekam.

Investigasi juga mengungkap bahwa petugas penjara tidak menjalankan prosedur pemeriksaan rutin setiap 30 menit, sehingga Epstein berada tanpa pengawasan dalam waktu yang cukup lama.

Potret pengusaha keuangan Amerika Jeffrey Epstein (kiri) dan pengembang properti Donald Trump saat berpose bersama di kawasan Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, tahun 1997. (Foto oleh Davidoff Studios/Getty Images)

Dari “Pizzagate” hingga Dugaan Daftar Elit

Spekulasi lain juga mencakup dugaan adanya “daftar klien” yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh. Namun, Departemen Kehakiman AS membantah keberadaan daftar tersebut.

Teori lama seperti “Pizzagate” pun kembali mencuat, yang sebelumnya mengaitkan dugaan jaringan eksploitasi anak dengan bocoran email yang dipublikasikan oleh WikiLeaks.

Di tengah berbagai spekulasi ini, sejumlah analis mengingatkan bahwa tidak semua teori konspirasi dapat langsung diabaikan. Dalam sejarah, terdapat kasus-kasus nyata yang awalnya dianggap sebagai konspirasi sebelum terbukti kebenarannya.

Meski demikian, hingga kini sebagian dokumen terkait kasus Epstein masih dirahasiakan. Hal ini membuat ruang abu-abu tetap terbuka dan terus memicu berbagai spekulasi di tengah publik.

Hingga seluruh dokumen diungkap secara transparan, misteri seputar kematian Jeffrey Epstein tampaknya akan terus menjadi bahan perdebatan global.

(Samirmusa/arrahmah.id)