Memuat...

Langit Tel Aviv Dipenuhi Gagak, Mitos “Pertanda Buruk” Ramai Dibahas

Hanoum
Jumat, 27 Maret 2026 / 8 Syawal 1447 05:21
Langit Tel Aviv Dipenuhi Gagak, Mitos “Pertanda Buruk” Ramai Dibahas
Foto ilustrasi. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Fenomena ribuan burung gagak yang menutupi langit Tel Aviv memicu kehebohan publik dan spekulasi luas di media sosial, termasuk klaim bahwa kejadian tersebut merupakan pertanda buruk atau berkaitan dengan nubuat dalam Alkitab. Namun, para ahli menegaskan fenomena itu bersifat alami.

Dilansir Wion (26/3/2026), video yang memperlihatkan kawanan besar burung gagak beterbangan di atas gedung-gedung Tel Aviv viral di berbagai platform. Langit yang tampak menggelap akibat jumlah burung yang sangat banyak memicu reaksi beragam, dengan sebagian warganet menyebutnya sebagai “pertanda buruk” di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Sejumlah narasi di media sosial bahkan mengaitkan fenomena ini dengan teks keagamaan, termasuk ayat dalam Kitab Wahyu yang menggambarkan burung-burung berkumpul dalam konteks peristiwa besar. Interpretasi tersebut kemudian berkembang menjadi spekulasi bahwa kejadian ini memiliki makna simbolis atau spiritual. Yang lain mengaitkannya dengan nubuat Alkitab dan mengutip sebuah ayat dari Kitab Wahyu 19:17 dalam Alkitab. Mereka mengklaim ayat itu menggambarkan "malaikat yang berdiri di matahari, berseru kepada burung-burung yang terbang di udara untuk berkumpul untuk perjamuan besar Allah."

Sementara itu, para ahli mencatat bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang luar biasa karena cakrawala di atas Tel Aviv merupakan bagian dari "jalur migrasi burung tersibuk di dunia". Mereka mengatakan bahwa burung gagak tersebut hanya sedang melakukan migrasi musiman rutin. Selama migrasi musim semi, hampir 500 juta burung melewati 'Israel', dan burung gagak sering berkumpul di daerah perkotaan untuk musim bersarang. 'Israel' umumnya menyaksikan pergerakan burung gagak, dan ribuan di antaranya terlihat meninggalkan daerah perkotaan seperti Tel Aviv sekitar bulan Maret, terutama karena perubahan perilaku musiman, faktor lingkungan, atau gangguan, seperti yang dilaporkan oleh The Daily Mail.

Meskipun ada alasan logis di balik kejadian tersebut, orang-orang tetap menganggapnya sebagai pertanda buruk, terutama karena situasi geopolitik saat ini di Timur Tengah. "Hal itu masih dianggap serius di Inggris, dan orang Romawi akan menghentikan seluruh peperangan karena pertanda ini," tulis seorang pengguna.  (hanoum/arrahmah.id)