Memuat...

MBG Mau Dipangkas Jadi 5 Hari dalam Sepekan, Menkeu Purbaya: Bisa Hemat Rp 40 Triliun Setahun

Ameera
Kamis, 26 Maret 2026 / 7 Syawal 1447 12:16
MBG Mau Dipangkas Jadi 5 Hari dalam Sepekan, Menkeu Purbaya: Bisa Hemat Rp 40 Triliun Setahun
MBG Mau Dipangkas Jadi 5 Hari dalam Sepekan, Menkeu Purbaya: Bisa Hemat Rp 40 Triliun Setahun

JAKARTA (Arrahmah.id) - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa efisiensi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp 40 triliun per tahun.

Efisiensi tersebut direncanakan melalui pengurangan hari operasional program. Jika sebelumnya MBG dijalankan selama enam hari dalam sepekan, ke depan diusulkan menjadi lima hari.

“Biasanya seminggu enam hari, sekarang diusulkan lima hari. Jadi ada efisiensi cukup besar, bisa sampai Rp 40 triliun setahun,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, langkah ini merupakan inisiatif dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk penyesuaian anggaran di tengah tekanan ekonomi global, termasuk dampak konflik geopolitik yang memengaruhi stabilitas energi dan keuangan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tersebut bukan merupakan pemangkasan sepihak dari Kementerian Keuangan, melainkan hasil evaluasi internal BGN.

“Ini bukan saya yang memotong. Justru dari BGN sendiri yang melihat masih ada ruang efisiensi dalam kondisi saat ini,” jelasnya.

Rencana efisiensi tersebut, lanjutnya, akan diumumkan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, setelah melalui pembahasan lebih lanjut.

Purbaya juga menambahkan bahwa efisiensi anggaran MBG ini belum termasuk dalam total penghematan nasional sebesar Rp81 triliun yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, usulan pengurangan hari operasional MBG masih dalam tahap awal dan dibahas dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sebagai informasi, pada tahun anggaran 2026 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp335 triliun untuk program MBG. Dari jumlah tersebut, Rp268 triliun disalurkan melalui kementerian/lembaga, khususnya BGN, sementara Rp67 triliun atau sekitar 20 persen disiapkan sebagai cadangan.

(ameera/arrahmah.id)