Memuat...

Kepala BAIS TNI Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Ameera
Kamis, 26 Maret 2026 / 7 Syawal 1447 11:53
Kepala BAIS TNI Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kepala BAIS TNI Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

JAKARTA (Arrahmah.id) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dari Yudi Abrimantyo. Pergantian ini terjadi di tengah sorotan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengonfirmasi bahwa penyerahan jabatan tersebut telah dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

Namun, saat ditanya lebih lanjut apakah pergantian tersebut merupakan bentuk pencopotan terkait kasus yang tengah mencuat, Aulia tidak memberikan jawaban tegas dan langsung meninggalkan awak media.

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Para prajurit tersebut berasal dari lingkungan BAIS TNI dengan latar belakang matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, menyebut keempat prajurit tersebut berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

“Empat orang yang diduga terlibat telah kami terima dari Denma BAIS TNI untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Yusri dalam keterangannya.

Hingga saat ini, Puspom TNI masih mendalami peran dan motif para prajurit dalam kasus tersebut. Proses hukum dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Kalau memang nanti terbukti sebagai pelaku, tentu akan ditetapkan sebagai tersangka sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.

Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam, saat pulang dari kantor YLBHI di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Kasus ini mendapat perhatian luas publik dan mendorong berbagai pihak untuk memastikan penanganannya dilakukan secara transparan serta tuntas.

(ameera/arrahmah.id)