Memuat...

Financial Times Ungkap Detail Pengiriman Senjata Rahasia Rusia ke Iran

Zarah Amala
Kamis, 26 Maret 2026 / 7 Syawal 1447 10:50
Financial Times Ungkap Detail Pengiriman Senjata Rahasia Rusia ke Iran
Iran mengandalkan penggunaan pesawat nirawak serang berbiaya rendah dalam perang (Reuters)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Rusia dilaporkan mulai mengirimkan bantuan militer dan logistik besar-besaran ke Iran guna mendukung negara tersebut dalam menghadapi perang melawan Amerika Serikat dan 'Israel'. Berdasarkan laporan Financial Times yang mengutip sumber intelijen Barat pada Kamis (26/3/2026), bantuan ini mencakup pengiriman pesawat nirawak (drone), pasokan obat-obatan, hingga bahan pangan.

Diskusi rahasia mengenai pengiriman drone tempur ini dikabarkan telah dimulai hanya beberapa hari setelah serangan perdana AS-'Israel' ke Teheran pada 28 Februari lalu. Proses pemuatan kargo dimulai sejak awal Maret dan diperkirakan akan selesai sepenuhnya pada akhir bulan ini.

Selain perangkat keras militer, Moskow memberikan dukungan intelijen berupa citra satelit dan data penargetan kepada Teheran. Hal ini dianggap sebagai langkah Rusia untuk menjaga stabilitas rezim Iran secara politik dan militer.

'Israel' dikabarkan telah menyerang koridor militer utama antara Rusia dan Iran di Laut Kaspia pekan lalu. Langkah ini merupakan upaya 'Israel' untuk memutus garis pasokan persenjataan yang mengalir dari wilayah utara.

Secara resmi, Rusia mengumumkan pengiriman lebih dari 13 ton obat-obatan ke Iran melalui Azerbaijan. Namun, sumber Barat melihat ini sebagai kedok atau pendamping bagi pengiriman material militer yang lebih sensitif.

Iran dilaporkan meminta sistem pertahanan udara canggih S-400, namun Rusia menolaknya karena khawatir akan memicu eskalasi langsung dengan AS. Sebagai gantinya, Moskow setuju menyuplai sistem rudal portabel Verba dalam kontrak berdurasi tiga tahun.

Iran sangat bergantung pada drone murah dalam strategi perangnya, dengan lebih dari 3.000 unit telah diluncurkan sejak konflik pecah. Di sisi lain, Rusia yang sudah memproduksi drone berdasarkan desain Iran untuk perang di Ukraina, kini mengirimkan balik unit-unit yang telah dimodifikasi dengan kemampuan menghindari radar yang lebih baik.

Meskipun Kremlin membantah laporan pengiriman senjata langsung dan menyebutnya sebagai berita bohong, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Perjanjian Kemitraan Strategis yang ditandatangani tahun lalu mulai diimplementasikan secara nyata. Rusia berkepentingan menjaga Iran tetap bertahan agar fokus kekuatan militer Amerika Serikat terbagi dan tidak hanya tertuju pada konflik di Ukraina. (zarahamala/arrahmah.id)