Memuat...

Drone Hantam Kedubes AS di Baghdad, Keamanan Zona Hijau Diperketat

Hanoum
Ahad, 15 Maret 2026 / 26 Ramadan 1447 07:56
Drone Hantam Kedubes AS di Baghdad, Keamanan Zona Hijau Diperketat
Kedubes AS di Green zone Irak terkena serangan drone. [Foto: X]

BAGHDAD (Arrahmah.id) -- Sebuah drone menyerang kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan fasilitas diplomatik di kawasan Timur Tengah. Serangan yang terjadi di kawasan Green Zone—area yang menampung kantor pemerintahan Irak dan berbagai kedutaan asing—menjadi bagian dari eskalasi konflik regional yang semakin meningkat.

Sumber keamanan Irak menyatakan, seperti dilansir Reuters (14/3/2026), drone bermuatan bahan peledak menghantam area kompleks kedutaan pada dini hari. Setelah ledakan, asap terlihat membumbung dari dalam kawasan diplomatik tersebut. Hingga laporan awal dirilis, belum ada informasi mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat insiden tersebut.

Beberapa laporan menyebut serangan itu terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan kelompok milisi yang berafiliasi dengan Iran di Irak. Milisi pro-Iran diduga berada di balik serangan tersebut, meskipun belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab.

Menurut pejabat keamanan, satu proyektil bahkan dilaporkan menghantam fasilitas di dalam kompleks kedutaan, termasuk area helipad di dalam zona yang dijaga ketat. Insiden tersebut menandai salah satu serangan paling serius terhadap fasilitas diplomatik AS di Irak sejak konflik regional memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan drone terhadap fasilitas Amerika di Irak bukanlah kejadian pertama dalam periode eskalasi konflik terbaru. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut beberapa drone diluncurkan ke arah instalasi militer dan diplomatik AS di Irak, sebagian berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target.

Kedutaan Besar AS di Baghdad kemudian mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negara Amerika di Irak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan meninggalkan negara tersebut. Washington menilai ancaman terhadap fasilitas diplomatik dan personel Amerika meningkat seiring meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)