TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Pemerintah 'Israel' memperingatkan warganya untuk segera mengganti kata sandi kamera keamanan setelah otoritas siber negara itu menemukan indikasi bahwa peretas yang terkait dengan Iran berusaha meretas sistem pengawasan untuk mengumpulkan informasi intelijen. Dugaan peretasan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik militer antara kedua negara.
Direktorat Siber Nasional 'Israel' mengatakan, seperti dilansir The Economic Times (11/3/2026), telah menemukan puluhan kasus peretasan kamera pengawas sejak perang dengan Iran meningkat. Otoritas tersebut memperingatkan bahwa perangkat kamera yang terhubung ke internet dapat dimanfaatkan untuk memata-matai aktivitas di lapangan dan mengumpulkan informasi penting bagi operasi militer.
Menurut pejabat keamanan siber 'Israel', gambar dari kamera tersebut dapat digunakan untuk menilai dampak serangan rudal, memantau lokasi sensitif, atau mempelajari kebiasaan individu tertentu sebelum melakukan serangan. Peretas diduga memanfaatkan kamera yang memiliki sistem keamanan lemah atau masih menggunakan kata sandi bawaan pabrik.
Perusahaan keamanan siber juga melaporkan adanya peningkatan aktivitas peretasan yang menargetkan kamera IP di Israel dan sejumlah negara Timur Tengah. Para peneliti menemukan ratusan upaya intrusi yang diduga dilakukan oleh kelompok peretas yang terkait dengan Iran untuk memperoleh informasi militer dan penilaian kerusakan setelah serangan.
Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi dalam konflik modern. Para pakar keamanan digital mengatakan kamera pengawas yang terhubung ke internet semakin sering digunakan sebagai alat intelijen dalam perang, karena perangkat tersebut dapat memberikan akses visual langsung terhadap lokasi target.
Otoritas 'Israel' karena itu mengimbau pemilik kamera—baik rumah tangga, bisnis, maupun institusi publik—untuk segera mengganti kata sandi, memperbarui perangkat lunak, dan membatasi akses internet pada perangkat tersebut guna mencegah penyalahgunaan.
Perang siber sendiri telah menjadi bagian penting dari konflik yang lebih luas antara Iran, 'Israel', dan sekutunya. Operasi digital seperti peretasan jaringan komunikasi, sabotase sistem komputer, hingga pengawasan melalui perangkat elektronik kini berjalan bersamaan dengan serangan rudal dan operasi militer konvensional di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
