TEHERAN (Arrahmah.id) - Lebih dari 1.900 orang tewas dan setidaknya 20.000 luka-luka di Iran sejak dimulainya serangan AS dan "Israel", kata Maria Martinez dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Jumat (27/3/2026), mengutip angka yang diberikan oleh Bulan Sabit Merah Iran, lansir Arab News.
Martinez mengatakan Bulan Sabit Merah Iran terus berfungsi sebagai satu-satunya organisasi kemanusiaan nasional yang beroperasi di seluruh negeri di tengah konflik yang meningkat.
Militer "Israel" mengatakan telah melakukan serangan terhadap target di Teheran pada Jumat pagi, hampir sebulan setelah perang Timur Tengah dimulai.
Sebuah pernyataan singkat militer mengatakan pasukan "Israel" "menyelesaikan gelombang serangan skala besar yang menargetkan infrastruktur rezim teror Iran di jantung Teheran."
Militer Iran menyatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka juga telah menyerang "lokasi produksi rudal balistik dan sistem pertahanan udara di seluruh Iran."
Mereka melaporkan telah mengenai peluncur rudal dan lokasi penyimpanan di Iran barat, serta lokasi produksi rudal di ibu kota.
Iran telah berada di bawah bombardir hebat sejak 28 Februari, ketika AS dan "Israel" melancarkan kampanye mereka.
"Israel" mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah "meledakkan dan melenyapkan" komandan angkatan laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, dan beberapa perwira senior.
Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir berulang kali mengklaim kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran, meskipun Teheran membantah adanya negosiasi formal yang sedang berlangsung. (haninmazaya/arrahmah.id)
