Memuat...

Pakistan Nyatakan Perang Terbuka dengan IIA, Klaim Bunuh 274 Tentara Afghanistan

Hanoum
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 08:14
Pakistan Nyatakan Perang Terbuka dengan IIA, Klaim Bunuh 274 Tentara Afghanistan
Foto ilustrasi. [Foto: TOI]

ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Pakistan secara resmi menyatakan perang terbuka dengan Imarah Islam Afghanistan (IIA) setelah eskalasi serangan udara besar IIA beberapa hari sebelumnya. Dalam serangan balasan terbaru, pejabat Islamabad mengklaim membunuh 274 tentara IIA dan melukai ratusan lainnya.

Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan, seperti dilansir The National (27/2/2026), bahwa kesabaran Islamabad telah habis setelah serangan dari wilayah Afghanistan, yang mereka tuding sebagai basis kelompok militan seperti Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Laporan resmi dari pihak Pakistan menyebutkan serangan udara yang dilancarkan menarget pos militer dan fasilitas IIA, dengan klaim 274 tentara tewas dan sekitar 400 orang lainnya luka-luka, meskipun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pernyataan CEO pertahanan Islamabad menyusul insiden bentrokan lintas batas di beberapa titik perbatasan Durand Line yang sudah lama dipersengketakan, di mana pihak Pakistan menuduh IIA dan faksi militan lain melakukan serangan ke wilayah Pakistan. Afghanistan, di sisi lain, membantah tuduhan tersebut dan menyerukan negosiasi untuk meredakan ketegangan — sebuah klaim yang disampaikan oleh juru bicara Taliban menyusul gempuran udara.

Serangan udara ini telah menyebabkan kekhawatiran internasional mengenai potensi dampak kemanusiaan yang lebih luas. Laporan lain menyebut bahwa serangan Pakistan telah menarget beberapa instalasi penting di Afghanistan, sementara Taliban mengklaim telah meluncurkan serangan balasan di beberapa titik perbatasan.

Konflik ini mencerminkan meningkatnya ketidakstabilan di wilayah sejak penarikan pasukan internasional pada 2021 dan munculnya kembali Taliban ke tampuk kekuasaan di Kabul, serta klaim jangka panjang Islamabad bahwa Afghanistan menjadi tempat berlindung bagi berbagai kelompok yang menyasar keamanan Pakistan. (hanoum/arrahmah.id)