WASHINGTON (Arrahmah id) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa kian memanas. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Pentagon tengah mengkaji sejumlah opsi untuk “menghukum” negara-negara anggota NATO yang dinilai tidak mendukung penuh perang melawan Iran.
Menurut laporan Reuters, sebuah email internal pejabat tinggi militer AS mengungkap adanya pembahasan serius terkait langkah-langkah tegas terhadap sekutu yang dianggap “tidak loyal”.
Salah satu opsi yang mencuat adalah penangguhan keanggotaan Spanyol di NATO. Selain itu, Washington juga mempertimbangkan untuk meninjau kembali dukungan diplomatiknya terhadap klaim Inggris atas wilayah Kepulauan Falkland.
Langkah ini disebut sebagai pesan keras dari AS kepada sekutu Eropa yang dinilai “terlalu merasa berhak” namun enggan berbagi beban dalam konflik global.
Akses Militer Ditolak, AS Geram
Ketegangan ini dipicu oleh sikap sejumlah negara NATO yang menolak memberikan akses pangkalan dan wilayah udara (Air Basing and Overflight/ABO) kepada militer AS dalam operasi melawan Teheran.
Padahal, menurut pejabat AS, fasilitas tersebut merupakan “standar minimum” dalam kerja sama NATO.
Penolakan ini membuat Washington mempertanyakan komitmen sekutu-sekutunya, terutama di tengah konflik besar yang berdampak pada jalur energi global seperti Selat Hormuz.
Trump Ancam Tinggalkan NATO
Presiden AS, Donald Trump, bahkan secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap sekutu NATO yang tidak mengirimkan kekuatan laut untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz yang sempat lumpuh akibat perang.
Dalam beberapa pernyataan, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO—langkah yang bisa mengguncang tatanan keamanan global yang telah bertahan lebih dari tujuh dekade.
Eropa Mulai Jaga Jarak
Sejumlah negara Eropa seperti Prancis dan Inggris berdalih bahwa keterlibatan dalam blokade laut terhadap Iran sama saja dengan ikut berperang secara langsung.
Namun mereka menyatakan kesiapan membantu menjaga stabilitas jalur pelayaran jika konflik telah mereda atau tercapai gencatan senjata.
Spanyol Jadi Sorotan
Kemarahan Washington juga tertuju pada Spanyol yang menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer terkait operasi terhadap Iran, bahkan melarang penggunaan pangkalan militer AS di wilayahnya.
Padahal, AS memiliki dua fasilitas penting di negara tersebut, yakni pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón.
Meski dampak militernya dinilai terbatas, langkah penangguhan keanggotaan Spanyol di NATO akan menjadi simbol kuat ketegasan AS terhadap sekutu yang dianggap “membangkang”.
Retaknya Aliansi Barat
Perang melawan Iran kini tidak hanya memicu konflik bersenjata, tetapi juga membuka retakan serius dalam aliansi Barat.
Para analis menilai, jika ketegangan ini terus berlanjut, masa depan NATO bisa berada di titik paling rapuh sejak didirikan.
Sementara itu, pejabat Pentagon menegaskan bahwa Amerika Serikat menginginkan aliansi yang “nyata, bukan sekadar di atas kertas”.
(Samirmusa/arrahmah.id)
