Memuat...

Shalat Idul Fitri di Delhi Dijaga Ketat, Massa Hindu Radikal Coba Buat Kerusuhan

Hanoum
Ahad, 22 Maret 2026 / 3 Syawal 1447 06:05
Shalat Idul Fitri di Delhi Dijaga Ketat, Massa Hindu Radikal Coba Buat Kerusuhan
Keamanan diperketat pada perayaan Idul Fitri di Uttam Nagar, New Delhi. [Foto: PTI]

NEW DELHI (Arrahmah.id) --  Ketegangan komunal meningkat di wilayah Uttam Nagar, Delhi, India, menjelang pelaksanaan shalat Idul Fitri setelah muncul ancaman dari kelompok Hindu radikal yang berupaya menghalangi umat Muslim menjalankan ibadah dan memprovokasi mereka melakukan perlawanan. Aparat keamanan pun disiagakan untuk mencegah potensi kerusuhan yang dapat meluas.

Menurut The Times of India (20/3/2026), potensi kekerasan yang secara spesifik menargetkan perayaan Idul Fitri sebelumnya sudah terdeteksi usai adanya petisi yang diajukan ke pengadilan tinggi Delhi yang mengungkap adanya seruan dan ujaran kebencian yang mendorong upaya untuk mencegah umat Muslim merayakan Idul Fitri di kawasan tersebut.

Ancaman tersebut tidak hanya bersifat retoris. Dalam dokumen hukum yang diajukan, disebutkan bahwa seruan untuk menghalangi perayaan Idul Fitri telah diiringi dengan mobilisasi massa, aksi-aksi provokatif, serta insiden kekerasan seperti penyerangan, vandalisme, hingga penutupan paksa toko milik warga Muslim akibat rasa takut.

Ketegangan ini dipicu oleh insiden sebelumnya saat perayaan Holi, di mana seorang pria tewas dalam bentrokan antar komunitas. Peristiwa tersebut kemudian memicu eskalasi sentimen komunal dan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi permusuhan menjelang Idul Fitri.

Pengadilan Tinggi Delhi telah memerintahkan aparat kepolisian untuk meningkatkan pengamanan dan memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan aman. Polisi diminta bersikap ekstra waspada agar situasi tidak berkembang menjadi kerusuhan terbuka.

Sementara itu, sejumlah tokoh politik oposisi menggambarkan situasi di Delhi sebagai “kondisi mirip kerusuhan”, menyoroti meningkatnya ketegangan antar komunitas dan menuntut pemerintah bertindak tegas untuk menjaga stabilitas.

Di lapangan, suasana menjelang Idul Fitri dilaporkan berlangsung tegang dengan pengamanan ketat, pemeriksaan identitas warga, serta patroli intensif di kawasan rawan konflik. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap pelaksanaan ibadah, meski warga tetap berupaya menjalankan perayaan secara normal.

Perkembangan ini menambah daftar panjang ketegangan komunal di India, di mana isu agama kerap memicu konflik sosial yang lebih luas, terutama pada momen-momen sensitif seperti hari besar keagamaan. (hanoum/arrahmah.id)