MARIB (Arrahmah.id) -- Tokoh penting kelompok militan Al Qaeda dilaporkan tewas dalam serangan drone Amerika Serikat (AS) di Yaman, memicu sorotan baru terhadap intensitas operasi militer Washington di kawasan. Serangan yang menargetkan jaringan Al Qaeda di Provinsi Marib itu disebut sebagai bagian dari upaya memutus struktur kepemimpinan kelompok militan yang masih aktif di Semenanjung Arab.
Dilansir Yemen Online (5/2/2026), sumber keamanan lokal menyebut sedikitnya empat anggota Al Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) tewas dalam serangan udara AS yang menghantam wilayah Arq Al-Shabwan, Wadi Abidah.
Di antara korban tewas disebutkan figur penting dalam jaringan kelompok tersebut, termasuk Abu Saleh Ibrahim Al-Banna yang dikenal sebagai kepala keamanan AQAP, serta Idris Al-Masri, putra seorang pimpinan senior jaringan militan itu.
Laporan lapangan menyebut dua dari korban yang tewas merupakan tokoh kunci yang memiliki peran strategis dalam struktur keamanan dan operasional organisasi, sehingga kematian mereka dianggap sebagai pukulan serius terhadap jaringan tersebut.
Operasi itu juga dilaporkan menewaskan anggota keluarga pimpinan AQAP lainnya, yang menunjukkan serangan diarahkan pada lingkar inti kepemimpinan.
Sejumlah laporan internasional sebelumnya menegaskan bahwa operasi drone AS di Yaman selama beberapa tahun terakhir berfokus pada pembongkaran kepemimpinan Al Qaeda guna melemahkan kemampuan organisasi merencanakan serangan lintas negara. Strategi ini disebut Washington sebagai bagian dari kampanye kontra-terorisme jangka panjang yang menargetkan figur berpengaruh dalam jaringan global tersebut.
Analis keamanan kawasan menilai serangan terbaru menunjukkan meningkatnya kekhawatiran atas aktivitas AQAP di wilayah Marib, Shabwa, dan Abyan—tiga provinsi yang selama ini dianggap sebagai basis operasi kelompok militan tersebut. Operasi militer AS juga dinilai sebagai respons terhadap upaya kelompok ekstrem memperluas pengaruh di tengah konflik internal Yaman yang berkepanjangan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari militer AS yang merinci identitas lengkap seluruh korban. Namun, sumber keamanan lokal dan laporan media kawasan menyebut serangan tersebut sebagai salah satu operasi paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir terhadap jaringan Al-Qaeda di Yaman. (hanoum/arrahmah.id)
