KURDISTAN (Arrahmah.id) -- Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai menyiapkan kekuatan darat untuk menghadapi Iran dengan menjadikan kelompok milisi Kurdi sebagai ujung tombak operasi di wilayah barat Iran. Strategi ini muncul di tengah eskalasi konflik setelah serangan udara besar-besaran AS dan 'Israel' terhadap target-target militer Iran dalam beberapa hari terakhir.
Dilansir Al JAzeera (4/3/2026), pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah menyusun rencana operasi darat yang tidak melibatkan pasukan Amerika secara langsung, melainkan memanfaatkan kelompok oposisi Kurdi Iran yang berbasis di perbatasan Irak. Kelompok tersebut disebut tengah bersiap melakukan operasi lintas batas menuju wilayah Iran.
Laporan sejumlah media internasional menyebut Washington telah menjalin komunikasi dengan pemimpin politik dan militer Kurdi untuk mendorong mereka membuka front baru melawan pemerintah Teheran. Menurut laporan The Washington Post (5 /3), Trump bahkan menawarkan dukungan militer termasuk perlindungan udara bagi kelompok Kurdi yang bersedia bergerak merebut wilayah di Iran barat.
Rencana tersebut juga disebut melibatkan beberapa organisasi oposisi Kurdi seperti Democratic Party of Iranian Kurdistan (PDKI) dan kelompok lain yang tergabung dalam koalisi oposisi anti-pemerintah Iran. Sejumlah pejabat AS mengatakan dukungan kepada Kurdi dimaksudkan untuk memecah konsentrasi militer Iran dengan membuka front darat di wilayah Kurdistan Iran.
Sejumlah laporan juga menyebut serangan udara AS dan Israel yang terjadi di wilayah Kurdistan Iran dalam beberapa hari terakhir diduga bertujuan melemahkan fasilitas keamanan Iran di kawasan tersebut, sekaligus membuka jalan bagi kemungkinan operasi milisi Kurdi. The Guardian melaporkan bahwa serangan di sepanjang perbatasan Iran-Irak menargetkan pos militer dan fasilitas keamanan Iran yang berada di daerah mayoritas Kurdi.
Meski demikian, rencana tersebut memicu kekhawatiran regional. Pemerintah Iran menuduh kelompok separatis Kurdi mencoba memanfaatkan perang untuk memicu pemberontakan di wilayah barat negara itu. Beberapa laporan juga menyebut Teheran telah melancarkan serangan terhadap basis kelompok Kurdi di wilayah Kurdistan Irak guna mencegah kemungkinan invasi.
Para analis menilai penggunaan milisi Kurdi sebagai kekuatan darat merupakan strategi lama Washington di Timur Tengah, seperti yang pernah dilakukan dalam konflik melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah dan Irak. Namun pendekatan ini dinilai berisiko memicu konflik etnis baru di Iran jika perang terus meluas. (hanoum/arrahmah.id)
