Memuat...

Penerbangan Terganggu Imbas Konflik Iran–"Israel"–AS, Sejumlah Jemaah Umrah Asal Jember Tertahan di Bandara Arab Saudi

Ameera
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 22:06
Penerbangan Terganggu Imbas Konflik Iran–"Israel"–AS, Sejumlah Jemaah Umrah Asal Jember Tertahan di Bandara Arab Saudi
Penerbangan Terganggu Imbas Konflik Iran–"Israel"–AS, Sejumlah Jemaah Umrah Asal Jember Tertahan di Bandara Arab Saudi

JAKARTA (Arrahmah.id) — Konflik yang memanas antara Iran dengan "Israel" dan Amerika Serikat berdampak pada operasional penerbangan internasional.

Sejumlah maskapai masih menghentikan sementara pemberangkatan dan rute tertentu, sehingga menyebabkan beberapa jemaah umrah asal Jember, Jawa Timur, belum dapat kembali ke Indonesia.

Agen Travel Umrah, Rachmad Fachkurniawan, menjelaskan keterlambatan penerbangan bisa terjadi karena berbagai faktor, termasuk pertimbangan keselamatan di tengah situasi konflik di kawasan Timur Tengah.

“Delayed itu bisa terjadi karena berbagai alasan teknis. Bisa karena cuaca, atau karena regulasi dari otoritas bandara yang tidak mengizinkan pesawat untuk terbang,” ujar Rachmad dalam program Metro Siang di Metro TV, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, sebagian jemaah umrah yang menggunakan penerbangan transit terpaksa harus menginap sementara di bandara di Arab Saudi karena penerbangan lanjutan mereka tertunda.

Sementara itu, beberapa jemaah lain yang memilih penerbangan langsung ke Indonesia dilaporkan sudah berhasil kembali ke Tanah Air karena tidak melewati wilayah yang terdampak konflik.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional.

Pemerintah memastikan proses kepulangan jemaah umrah Indonesia tetap berjalan dengan aman dan terkoordinasi.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait.

Di antaranya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, otoritas imigrasi, asosiasi travel, hingga maskapai penerbangan.

“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kepulangan jemaah tetap berlangsung dengan aman dan tertib,” ujar Maria.

Berdasarkan data hingga 3 Maret pukul 23.49 Waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 10.060 jemaah umrah Indonesia telah kembali secara bertahap ke Tanah Air sejak 28 Februari 2026. Seluruh jemaah yang telah tiba dilaporkan dalam kondisi selamat.

Pemerintah terus memonitor situasi penerbangan dan kondisi keamanan kawasan guna memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

(ameera/arrahmah.id)