Memuat...

Intelijen AS: Hanya Sepertiga Rudal Iran yang Terkonfirmasi Hancur, Bantah Klaim Kemenangan Trump

Zarah Amala
Sabtu, 28 Maret 2026 / 9 Syawal 1447 10:15
Intelijen AS: Hanya Sepertiga Rudal Iran yang Terkonfirmasi Hancur, Bantah Klaim Kemenangan Trump
Sebuah foto yang dirilis oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai kobaran api yang membumbung setelah ledakan di lokasi serangan udara di Iran (Reuters).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Laporan eksklusif dari Reuters yang mengutip lima sumber intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa militer AS hanya bisa mengonfirmasi penghancuran sekitar 33% (sepertiga) dari total arsenal rudal milik Iran. Data ini sangat kontradiktif dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Iran hanya memiliki sangat sedikit rudal yang tersisa.

Meskipun operasi militer Epic Fury yang dimulai sejak 28 Februari 2026 telah menghantam ribuan target, para analis intelijen memperingatkan bahwa Iran masih memiliki stok rudal dan drone yang signifikan, yang sengaja disimpan atau terkubur di jaringan terowongan bawah tanah yang sulit ditembus.

Sementara Trump mengeklaim keberhasilan hampir total, sumber intelijen menyebut sepertiga rudal Iran hancur, sepertiga lainnya statusnya tidak jelas (mungkin rusak atau terkubur), dan sepertiga sisanya diyakini masih utuh.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Seth Moulton, memperingatkan bahwa Iran kemungkinan besar sengaja tidak menggunakan seluruh kekuatannya dan sedang menunggu momentum yang tepat. "Jika mereka pintar, mereka akan menyimpan sebagian kemampuan mereka," ujarnya.

Pejabat Pentagon mengeklaim serangan rudal Iran telah turun 90% dan 66% fasilitas produksi mereka telah hancur. Namun, intelijen menekankan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk memperbaiki rudal yang rusak atau menggali kembali rudal yang tertimbun segera setelah gencatan senjata terjadi.

Salah satu poin keberhasilan yang dikonfirmasi adalah penghancuran 92% kapal perang besar Iran. Militer AS mengeklaim telah menargetkan lebih dari 10.000 target militer hingga Rabu lalu (25/3/2026).

Kesulitan utama AS adalah ketidakpastian jumlah stok awal rudal Iran sebelum perang dimulai, terutama yang disimpan di bunker bawah tanah yang sangat dalam.

Pejabat militer 'Israel' memperkirakan Iran memiliki 2.500 rudal balistik sebelum perang dan mengklaim telah melumpuhkan 70% platform peluncuran (launching pads).

Perbedaan angka antara penghancuran platform peluncuran (70%) dengan penghancuran fisik rudal (33%) menunjukkan bahwa meskipun Iran sulit meluncurkan serangan saat ini, mereka masih memiliki ribuan hulu ledak yang siap digunakan jika mereka berhasil memperbaiki infrastruktur peluncuran atau menggunakan metode peluncuran darurat. Ini menjelaskan mengapa Iran masih memiliki posisi tawar yang kuat dalam menolak proposal damai 15 poin dari Trump. (zarahamala/arrahmah.id)