Memuat...

Tidak Suka Islam, Profesor di India Sebut Mahasiswa Muslim “Teroris” di Kelas

Hanoum
Sabtu, 28 Maret 2026 / 9 Syawal 1447 05:59
Tidak Suka Islam, Profesor di India Sebut Mahasiswa Muslim “Teroris” di Kelas
Muralidhar Deshpande. [Foto: Varthabharati]

BENGALURU (Arrahmah.id) -- Seorang profesor di Bengaluru, India, menuai kecaman luas setelah video yang memperlihatkannya menyebut mahasiswa Muslim sebagai “teroris” berulang kali di dalam kelas viral di media sosial, memicu sorotan terhadap isu intoleransi di lingkungan akademik.

Dilansir  Varthabharati (28/3/2026), insiden tersebut dilaporkan terjadi di PES University, Bengaluru, dan melibatkan seorang dosen bernama Dr. Muralidhar Deshpande. Dalam rekaman yang beredar, ia diduga menyebut seorang mahasiswa Muslim sebagai “teroris” hingga 13 kali di hadapan sekitar 60 mahasiswa lainnya saat perkuliahan berlangsung.

https://www.youtube.com/shorts/l1-7ONMeFBQ

Selain itu, laporan yang beredar juga menyebutkan adanya pernyataan bernada menghina dan tekanan verbal terhadap mahasiswa tersebut karena ketidaksukaannya pada Islam, yang menciptakan suasana kelas yang tidak kondusif dan dianggap merendahkan.

Pihak universitas kemudian mengambil langkah awal dengan menskors profesor yang bersangkutan sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Keputusan ini diambil setelah adanya laporan resmi dari mahasiswa terkait insiden tersebut.

Organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil mengecam keras kejadian ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan, termasuk membuka kemungkinan proses hukum terhadap pelaku. Kasus ini juga memicu kembali perdebatan mengenai diskriminasi berbasis agama di institusi pendidikan di India.

Peristiwa ini menjadi sorotan luas karena terjadi di ruang akademik yang seharusnya menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan kebebasan berpikir, sekaligus menambah daftar kontroversi terkait hubungan antaragama di India dalam beberapa tahun terakhir. (hanoum/arrahmah.id)