Memuat...

Iran Serang Konsulat AS di Dubai dan Markas CIA di Riyadh dengan Drone

Hanoum
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 03:40
Iran Serang Konsulat AS di Dubai dan Markas CIA di Riyadh dengan Drone
Markas besar kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Arab Saudi. [Foto: AFP]

RIYADH (Arahmah.id) -- Dalam eskalasi konflik militer di Timur Tengah, Iran dilaporkan menarget fasilitas diplomatik dan intelijen Amerika Serikat (AS) di kawasan dengan serangan drone, termasuk CIA di Riyadh (Arab Saudi) dan konsulat AS di Dubai. Serangan itu memicu kebakaran kecil dan kerusakan struktur di area konsulat.

Dilansir The National (4/3/2026), pihak Dubai mengonfirmasi bahwa sebuah drone yang diduga diluncurkan oleh Iran mengenai area parkir dekat Konsulat AS di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Selasa (3/3) malam. Serangan menyebabkan kebakaran terbatas yang berhasil dipadamkan tanpa korban luka. Semua staf konsulat dalam keadaan aman dan permukiman diplomatik tetap dalam pengamanan tinggi, ujar otoritas setempat.

Sumber pemerintahan AS juga mengonfirmasi serangan itu sebagai bagian dari gelombang balasan Iran terhadap serangan udara gabungan AS–Israel ke Teheran dan target lain di Negeri Persia, yang memicu respons drone dan rudal ke berbagai pos militer dan fasilitas Amerika di kawasan Teluk. Serangan di Dubai memperluas target balasan kepada aset diplomatik AS di luar wilayah Iran.

Di Riyadh, dua drone yang diduga diluncurkan oleh Iran juga menghantam stasiun CIA yang berada di kompleks Kedutaan Besar AS, menurut laporan media internasional. Insiden ini menyebabkan kerusakan struktural signifikan pada bangunan, termasuk bagian atap runtuh dan ada asap di interior, meskipun tidak ada personel yang dilaporkan terluka, sebagaimana dikutip oleh sumber senior yang mengetahui kejadian itu.

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan yang berkaitan dengan konflik yang lebih luas antara Tehran dan koalisi AS–Israel, termasuk gelombang rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS dan negara sekutu di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Respons diplomatik AS terhadap serangan terhadap fasilitas konsulat dan markas intelijen termasuk penutupan sementara operasi di beberapa kedutaan serta peringatan keselamatan untuk warga negaranya di Timur Tengah.

Fasilitas diplomatik dan intelijen seperti konsulat, kedutaan, dan stasiun CIA dianggap sebagai target simbolik dalam konflik yang semakin meluas; serangan ini mencerminkan eskalasi signifikan dari penggunaan pesawat tanpa awak (drone) oleh Iran dalam konflik lintas batas yang berpotensi memperluas implikasi keamanan regional. (hanoum/arrahmah.id)