Memuat...

“Israel” Bombardir Iran dengan Bom Usang 50 Tahun, Alasan Sebenarnya Bikin Kaget

Samir Musa
Senin, 23 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 07:27
“Israel” Bombardir Iran dengan Bom Usang 50 Tahun, Alasan Sebenarnya Bikin Kaget
Angkatan udara “Israel” mulai menggunakan amunisi lama dalam serangannya terhadap lokasi-lokasi militer Iran (Reuters).

TEL AVIV (Arrahmah.id) – “Israel” dilaporkan menggunakan amunisi lama berusia lebih dari setengah abad dalam serangan udara ke Iran, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya efisiensi biaya di tengah eskalasi konflik yang terus memanas.

Menurut laporan media resmi “Israel”, Otoritas Penyiaran “Israel”, militer menemukan gudang rahasia berisi ribuan bom tua yang awalnya disiapkan untuk menyerang pangkalan militer Mesir sebelum penandatanganan perjanjian damai pada 1979.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan masih layak pakai, bom-bom tersebut kini digunakan dalam operasi militer terhadap target-target di Iran. Menariknya, amunisi ini disebut sebagai “tidak presisi”, sehingga penggunaannya difokuskan pada wilayah yang jauh dari permukiman untuk meminimalkan risiko korban sipil.

Pejabat militer “Israel” mengakui bahwa keputusan ini diambil untuk menghemat anggaran sekaligus memanfaatkan stok lama yang selama ini tersimpan dalam kondisi relatif baik.

Juru bicara militer mengatakan bahwa angkatan udara “Israel” menggunakan berbagai metode dan jenis persenjataan dalam menghadapi target yang mereka sebut sebagai bagian dari “rezim Iran”. Ia menegaskan bahwa setiap jenis amunisi yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas operasional.

Sejak 28 Februari lalu, “Israel” bersama Amerika Serikat meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk sejumlah pejabat tinggi keamanan.

Di sisi lain, Teheran terus membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah “Israel”, serta menargetkan kepentingan Amerika di kawasan. Serangan balasan ini juga dilaporkan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada fasilitas sipil di sejumlah negara, yang menuai kecaman internasional.

(Samirmusa/arrahmah.id)