Memuat...

Kepemimpinan Islam, Rahmatan Lil 'Alamin

Oleh Ummu Kholda Pegiat Literasi
Jumat, 23 Januari 2026 / 5 Syakban 1447 19:33
Kepemimpinan Islam, Rahmatan Lil 'Alamin
Ilustrasi. (Foto: Net)

Hari ini, dunia di bawah kepemimpinan dan kendali negara adidaya AS beserta ideologi kapitalismenya telah menunjukkan kebobrokannya. Kemiskinan meningkat, krisis kelaparan makin parah, genosida, serta berbagai kerusakan yang ditimbulkan akibat penerapan ideologi kapitalisme sekuler semakin nyata. Umat Islam juga kian terjajah, terutama saudara kita di Palestina, Suriah, Uighur, Myanmar, India, dan belahan dunia lain yang senantiasa dijajah dan didiskriminasi.

Berbagai bencana ekologis juga dialami masyarakat di dunia akibat keserakahan kepemimpinan kapitalisme global, seperti pemanasan global, hilangnya keanekaragaman hayati, deforestasi massal, polusi, serta perubahan iklim ekstrem. Di Indonesia sendiri kita semua menyaksikan bagaimana dahsyatnya banjir dan tanah longsor yang melanda pulau Sumatra dan sejumlah daerah lainnya. Ratusan korban hilang, ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Bencana ini telah mengungkap secara telanjang kejahatan sejumlah perusahaan besar yang secara legal melakukan pembalakan hutan secara liar.

Selain itu, AS juga semakin menunjukkan arogansinya sebagai negara paling berkuasa di Benua Amerika, tidak ada negara lain yang memengaruhi atau menggeser peran AS. Di bawah komando Donald Trump, AS melakukan serangan serta ancaman ke berbagai negara di dunia termasuk Venezuela. Militer AS melancarkan aksinya menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta istrinya pada awal Januari lalu. Penangkapan tersebut jelas memicu ketidakstabilan domestik, reaksi keras internasional, serta gejolak pada pasar minyak dunia yang sarat dengan kepentingan strategis. Peristiwa ini juga menandai perubahan peta kekuatan energi global, termasuk bagi Indonesia. (Kompas.id, 5/1/2026)

 

Kepemimpinan Sekuler Merusak Sendi Kehidupan

Fakta di atas telah menunjukkan bahwa ideologi kapitalisme telah nyata merusak seluruh lini kehidupan. Dari akidah, muamalah, akhlak, ekonomi, politik, sosial budaya, hingga pendidikan,  tak ada satu pun yang membawa kepada kebaikan manusia. Hal itu dikarenakan ideologi ini berdiri atas dasar sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan) dan tujuannya adalah meraih materi semata.

Negara yang tegak di atas asas sekulerisme akan melakukan berbagai cara untuk mencengkeram negara-negara yang lemah agar tunduk di bawah kekuasaannya. Sebagaimana yang dilakukan AS terhadap negara lain,  AS melakukan aneksasi (penguasaan wilayah) terhadap suatu negara yang biasanya dilakukan melalui pendudukan militer dan kekuatan walaupun hal tersebut termasuk melanggar hukum internasional.

Tujuannya tidak lain untuk mengukuhkan kekuasaan serta menguasai sumber daya alam di negara tersebut. Meski harus mengabaikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia demi melanggengkan hegemoni dan kepentingan ekonominya. Ideologi seperti ini, jika terus diemban niscaya akan membawa kehancuran bagi tatanan kehidupan dan masyarakat. Oleh karenanya, harus ada ideologi yang mampu menggantikannya, ideologi yang hanya akan membawa kebaikan, yaitu ideologi Islam.

 

Islam Rahmatan Lil Alamin

Islam sebagai agama yang sempurna diturunkan Allah Swt, sudah terbukti membawa kebaikan bagi seluruh manusia selama berabad-abad lamanya. Umat Islam harus ingat akan hal itu, di mana hanya mabda (ideologi) Islamlah yang mampu menjadi modal untuk meraih kebangkitan dengan tegaknya Islam di muka bumi.

Negara yang berideologi Islam, akan menjadikan akidah Islam sebagai landasannya. Rasulullah saw. ketika membangun sebuah pemerintahan di Madinah serta memimpin pemerintahan di sana, beliau membangun kekuasaan dan pemerintahannya juga dengan landasan akidah Islam. Seluruh aturan mulai dari akidah, muamalah, akhlak, politik, sosial budaya, pendidikan, dan lainnya terpancar dari akidah Islam.

Dengan menjadikan Islam sebagai mabda, terbukti tatanan kehidupan masyarakat berjalan dengan baik, masyarakat merasakan keadilan, ketentraman, dan kesejahteraan. Karena pemimpin dalam Islam memosisikan dirinya sebagai raa'in (pengurus rakyat). Sebagaimana sabda Rasul saw. yang artinya: "Imam (khalifah) adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas kepengurusan rakyatnya." (HR Al-Bukhari)

Kepemimpinan Islam sajalah satu-satunya saat ini yang dapat menjadi harapan dalam mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang penuh rahmat. Mengembalikan sistem ekonominya, sosial budaya, pendidikan, politik, dan semuanya kepada aturan Islam.

Bahkan sistem pemerintahan seperti ini tidak hanya melindungi umat Islam saja, tetapi juga melindungi seluruh manusia dari kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan, dan berbagai kerusakan atau bencana yang ditimbulkan dari penerapan ideologi kapitalisme. Dengan kata lain, Islam adalah rahmatan lil alamin. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Al-Anbiya ayat 107 yang artinya: "Tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat  bagi seluruh alam."

Kepemimpinan ini juga yang akan menegakkan keadilan, menjaga kelestarian alam, dan memastikan kesejahteraan tanpa kompromi kepentingan segelintir pihak. Dengan penerapan Islam secara kafah (menyeluruh), dunia akan terbebas dari hegemoni asing, dari segala eksploitasi, perang, dan bencana akibat keserakahan manusia.

Untuk itu, umat harus bersatu, menggalang kekuatan bersama dalam sebuah dakwah jamaah ideologis, yang akan memperjuangkan tegaknya kepemimpinan Islam. Karena hanya kepemimpinan Islamlah satu-satunya yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Wallahu a'lam bis shawwab

Editor: Hanin Mazaya

islamideologirahmatan lil alamin