KABUL (Arrahmah.id) - Menyusul meningkatnya ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan, Mawlawi Mohammad Yaqoob Mujahid, Menteri Pertahanan Imarah Islam Afghanistan (IIA), mengatakan bahwa Imarah Islam tidak memulai perang dengan Pakistan dan bahwa Kabul tidak berupaya memperluas konflik.
Dalam sebuah wawancara dengan TOLOnews, Mujahid menyampaikan pesan kepada warga, ulama, dan politisi Pakistan, dengan mengatakan bahwa rakyat dan pemerintah Afghanistan saat ini tidak menginginkan perang dengan Pakistan dan lebih memilih agar masalah diselesaikan melalui dialog dan saling pengertian, lansir Tolo News (8/3/2026).
Ia mengatakan: “Pesan saya kepada para ulama, rakyat, dan politisi Pakistan adalah bahwa mereka tidak boleh berperang melawan rakyat dan pemerintah Afghanistan. Kami tidak menginginkan permusuhan dan kami ingin semua masalah diselesaikan melalui dialog. Mereka harus meyakinkan rezim militer mereka bahwa perang dengan suatu negara bukanlah kepentingan mereka maupun menguntungkan pihak mana pun.”
Dalam bagian lain wawancara tersebut, menteri pertahanan mengatakan bahwa, menurut pandangannya, rezim militer Pakistan berupaya memiliki pemerintahan di Afghanistan yang tidak memiliki kekuatan militer, berkonsultasi dengan Islamabad mengenai kebijakan luar negerinya, dan tetap bergantung secara ekonomi pada Pakistan. Namun, ia mengatakan harapan seperti itu tidak dapat diterima oleh Afghanistan.
Mujahid menyatakan: “Kebijakan rezim militer Pakistan adalah memiliki pemerintahan yang lemah di Afghanistan—pemerintahan yang tidak memiliki kekuatan militer dan ekonominya bergantung pada pelabuhan Pakistan, sehingga dapat menggunakan ketergantungan ini sebagai alat tekanan kapan pun diinginkan.”
Ia juga menyerukan kepada rakyat Afghanistan untuk menjaga persatuan dan solidaritas, menambahkan bahwa meningkatnya ketegangan dengan Pakistan telah membuat rakyat Afghanistan semakin berkomitmen untuk bersatu dalam menghadapi tantangan.
“Saran saya kepada rakyat Afghanistan adalah untuk menjaga persatuan dan solidaritas. Mereka yang menginginkan ketidakamanan di Afghanistan tidak boleh diberi kesempatan untuk membiarkan musuh menyusup ke tengah-tengah kita,” katanya.
Kesimpulannya, Mujahid menyampaikan pesan kepada negara-negara regional dan global, menekankan bahwa Imarah Islam tidak menginginkan perang dan percaya pada solusi diplomatik; namun, jika terjadi serangan, Afghanistan akan siap membela diri. (haninmazaya/arrahmah.id)
