Memuat...

Palestina Terus Berduka, Menanti Aksi Nyata Muslim Sedunia

Oleh SuryaniPegiat Literasi
Kamis, 15 Januari 2026 / 26 Rajab 1447 19:26
Palestina Terus Berduka, Menanti Aksi Nyata Muslim Sedunia
Ilustrasi. (Foto: Net)

Palestina masih berduka akibat penjajahan di atas tanah kaum muslim tersebut belum berhenti. Walau ke dua belah pihak telah menyepakati genjatan senjata, namun entitas Yahudi terus saja melancarkan serangan demi serangan yang menyasar rakyat sipil termasuk para wanita dan anak-anak yang notabene mereka tidak bersenjata.

Pengkhianatan entitas Yahudi tidak cukup sampai di situ, bahkan berita yang terbaru mereka telah membatalkan izin kerja dan melarang 37 organisasi kemanusian internasional yang beroperasi di wilayah Palestina  khususnya di Jalur Gaza. Hal tersebut menuai kutukan dari berbagai pihak, salah satunya Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina.

Melalui pernyataannya, Menlu menolak alasan Israel atas pemberlakuan larangan tersebut. Pihaknya menekankan bahwa organisasi-organisasi ini senantiasa memberikan dukungan kemanusian, layanan kesehaatan, dan membuat lingkungan yang penting bagi warga Palestina di tengah agresi Israel dan praktik pelaparan serta serangan terhadap kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat. (Antara, 31 Desember 2025)

Sejak entitas Yahudi menduduki Palestina, telah terjadi pembunuhan dan genosida yang korbannya telah mencapai puluhan ribu orang. Bahkan pencaplokan wilayah terus terjadi hingga hanya sebagian kecil saja yang masih dimiliki kaum muslim di sana, sisanya sudah dikuasai rezim Israel laknatullah.

Ditambah larangan kepada 37 organisasi kemanusian untuk beroperasi di Palestina menambah penderitaan rakyat di sana, karena  keberadaan mereka sangat dibutuhkan untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Mereka membutuhkan makanan, tempat tinggal, juga pengobatan bagi korban luka-luka yang tak terhitung jumlahnya. Ini menandakan bahwa zionis Yahudi berambisi untuk membunuh semua rakyat Palestina terutama di Gaza.

Kekejaman entitas Yahudi tersebut tidak akan berhenti dan akan terus berlangsung selama negara Israel tetap eksis, baik diakui atau tidak oleh dunia. Terlebih mereka mendapat sokongan dari negara adidaya yakni Amerika Serikat dan sekutunya membuat mereka semakin berani seolah tak bisa terkalahkan.

Israel akan terus berusaha mewujudkan cita-citanya yakni mendirikan Israel Raya  dan menguasai politik ekonomi dunia dengan segala cara. Di antaranya dengan menjalin hubungan diplomasi dengan penguasa negeri muslim, hingga yang seharusnya mereka melakukan pembelaan malah berbalik mendukung zionis melalui berbagai kerjasama yang jelas menguntungkan mereka dan melukai umat Islam.

Selain itu mereka membungkam siapa saja yang dianggap mengganggu atau menghambat keinginannya. Hingga berita-berita tentang penderitaan rakyat Palestina semakin meredup, dan banyak di antara kaum muslim yang mulai melupakan atas apa yang terjadi kepada saudaranya tersebut. Padahal dengan membiarkan negara Israel tetap eksis sama saja dengan membiarkan Palestina menderita selamanya.

Berbagai tawaran penyelesaian yang ditawarkan Amerika Serikat seperti solusi dua negara atau Rekontruksi Gaza akan memposisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang makin dalam. Karena sejatinya apapun itu tujuan mereka sama yakni untuk menghancurkan Islam dan kaum muslim, serta menghadang kebangkita Islam.

Maka, mengutuk dan memohon kebaikan Israel untuk membuka bantuan kemanusiaan tak cukup untuk membebaskan penderitaan Palestina. Karena itu bukanlah solusi hakiki untuk membebaskannya dari penjajahan. Seharusnya kaum muslim melakukan perlawananan dan berjihad untuk mengusir zionis laknatullah tersebut dan mengembalikan kedaulatan negara kepada rakyat Palestina di bawah kepemimpinan Islam global.

Dari itu menyeru kepada persatuan umat adalah sebuah keniscayaan. Di samping menyerukan kepada penguasa-penguasa negerinya untuk segera mengirimkan tentaranya untuk membebaskan saudara kita di Palestina dari genosida entitas Yahudi, dan terus mengingatkan mereka bahwa menjalin kerjasama dengan musuh adalah bentuk penghianatan.

Pengkhianatan penguasa muslim itu harus segera dihentikan, dan kesadaran kaum muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan Khilafah harus terus dikobarkan. Tanpa persatuan dan kepemimpinan global maka keadaan kaum muslim akan terus terjajah dan terhina di mata musuh-musuhnya.

Dengan cara terus menerus meyakinkan umat Islam bahwa penderitaan Palestina baru akan berakhir jika ada negara adidaya Khilafah yang menjadi junnah. Sebagaimana hadis Nabi saw. yang berbunyi:

"Sesungguhnya al-Imam (khalifah) itu (laksana) perisai yang orang-orang akan berperang di belakangnya (mendukung) dan akan berlindung (dari musuh) dengan kekuasaan-nya......"   (HR Bukhari dan Muslim)

Khalifah sebagai kepala negara akan memobilisasi tentara kaum muslim untuk memerdekakan Palestina dan negara lainnya yang sedang ditindas dari dijajah oleh kafir harbi fi'lan seperti AS dan Israel.

Maka tidak ada jalan lain selain terus menerus mendorong dan menguatkan perjuangan menegakkan Khilafah Islam di tengah umat dan dunia internasional. Karena dengan kembalinya pemerintahan Islam maka kehormatan Islam dan kaum muslim akan segera kembali. Karena sejatinya  saat ini jumlah kaum muslim sangatlah banyak, kekuatan militernya pun patut diperhitungkan juga sumber daya alam di seluruh negerinya sangat melimpah ruah. Itu akan menjadi modal besar untuk mengembalikan peradaban Islam  yang gemilang sebagaimana dahulu.

Terlebih status Palestina sebagai tanah milik umat Islam, sudah sepatutnya dipertahankan dan diperjuangkan agar tetap dalam kepemilikannya. Sebagai contoh bagaimana Sultan Salahudin al-Ayubbi dengan kepahlawanan dan keimanannya mampu  membebaskan Palestina dari tentara salibis.

Wallahu alam bis shawwab

Editor: Hanin Mazaya

IsraelPalestinaGazaperang gaza