Memuat...

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Ladang Gas Abu Dhabi, UEA Tutup Total Wilayah Udara

Zarah Amala
Selasa, 17 Maret 2026 / 28 Ramadan 1447 10:02
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Ladang Gas Abu Dhabi, UEA Tutup Total Wilayah Udara
Kobaran api muncul setelah sebuah drone menargetkan tangki bahan bakar di UEA pada Senin pagi, 16 Maret 2026 (Associated Press).

ABU DHABI (Arrahmah.id) - Wilayah Teluk Arab menghadapi gelombang serangan rudal balistik dan drone besar-besaran setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi mengancam akan menargetkan aset-aset Amerika Serikat di kawasan tersebut. Serangan ini menyasar berbagai fasilitas vital, mulai dari pangkalan udara militer hingga infrastruktur energi di UEA, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain.

Di tengah hujan rudal, otoritas keamanan Kuwait berhasil membongkar sel yang berafiliasi dengan organisasi Hizbullah yang kedapatan menyimpan senjata api, amunisi, dan senjata khusus pembunuhan untuk mengacaukan keamanan nasional. Sementara itu, UEA terpaksa menutup ruang udaranya untuk sementara waktu sebagai langkah pencegahan darurat.

Sementara itu, Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal cruise yang menghantam hanggar pesawat AS di Pangkalan Al Dhafra. Teheran mengeklaim serangan ini berhasil menurunkan kapasitas operasional pangkalan tersebut secara signifikan. Sebuah drone menghantam stasiun gas di Ladang Shah, Abu Dhabi, memicu kebakaran besar. Tim pemadam berhasil memadamkan api tanpa adanya laporan korban jiwa.

Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan adanya serangan 14 rudal balistik dan sejumlah drone dari arah Iran. Sebanyak 13 rudal berhasil dicegat, sementara satu rudal jatuh di area tak berpenghuni.

Arab Saudi melaporkan telah menjatuhkan lebih dari 60 drone dalam beberapa jam terakhir. Di Bahrain, warga diminta segera berlindung ke tempat aman setelah sirine bahaya berbunyi akibat ancaman serangan udara.

Serangan ini menyusul rilis daftar target IRGC yang mencakup kantor perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Nvidia di wilayah Teluk, dengan instruksi pengungsian segera bagi para karyawan.

Negara-negara Teluk telah menjadi sasaran serangan Iran sejak 28 Februari lalu sebagai balasan atas agresi gabungan AS-Israel. Meskipun Teheran mengeklaim hanya menargetkan kepentingan Amerika, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak fasilitas sipil dan kedaulatan negara-negara Arab yang terdampak langsung, yang memicu kecaman keras dari komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB. (zarahamala/arrahmah.id)