Memuat...

Amman Siaga, Yordania Aktifkan Sirene Darurat dan Perketat Penjagaan Kedubes AS

Zarah Amala
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 09:34
Amman Siaga, Yordania Aktifkan Sirene Darurat dan Perketat Penjagaan Kedubes AS
Yordania aktifkan prosedur darurat dan penjagaan ketat di sekitar kedutaan besar AS (Al Jazeera)

AMMAN (Arrahmah.id) - Otoritas keamanan Yordania meningkatkan langkah-langkah pencegahan di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman guna mengantisipasi segala bentuk ancaman potensial. Selain pengamanan fisik, pesan edukasi mulai disebarkan kepada warga yang tinggal di sekitar area kedutaan untuk memastikan keselamatan mereka di tengah eskalasi konflik regional.

Direktorat Keamanan Publik Yordania menginstruksikan warga untuk segera masuk ke dalam rumah, menjauh dari jendela, dan tetap di dalam ruangan jika mendengar sirene darurat satu nada yang tidak terputus hingga ancaman dinyatakan berakhir.

Direktorat Keamanan Publik juga mengeluarkan panduan khusus bagi pengendara dan masyarakat umum. Diwajibkan segera menghentikan kendaraan dan mencari perlindungan di bangunan terdekat, lebih diutamakan di dekat area tangga (konstruksi terkuat).

Warga diminta tidak ragu menghubungi nomor darurat terpadu 911 jika membutuhkan bantuan segera. Otoritas menekankan bahwa prosedur ini adalah langkah pencegahan demi keselamatan publik dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak panik.

Di ranah politik, Raja Abdullah II menegaskan penolakan total Yordania terhadap segala bentuk serangan Iran di wilayahnya maupun terhadap negara-negara di kawasan.

Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan posisi kerajaan yang tetap teguh: wilayah Yordania tidak akan pernah dibiarkan menjadi medan perang bagi pihak manapun.

Militer Yordania secara tegas membantah klaim yang menyebutkan bahwa serangan terhadap Irak diluncurkan dari wilayah Yordania. Mereka berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap setiap upaya yang menargetkan keamanan kerajaan.

Situasi darurat ini menyusul serangan militer gabungan AS-'Israel' ke Iran sejak Sabtu lalu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke arah 'Israel' dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk, yang beberapa di antaranya berdampak pada fasilitas sipil seperti bandara dan pelabuhan. (zarahamala/arrahmah.id)