Memuat...

Eks Intelijen AS: Serangan ke Iran Gagal Total, Teheran Siap Perang Jangka Panjang

Zarah Amala
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 10:33
Eks Intelijen AS: Serangan ke Iran Gagal Total, Teheran Siap Perang Jangka Panjang
Trump sesumbar gelombang besar serangan ke Iran segera tiba (AP)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Mantan perwira intelijen Amerika Serikat, Scott Ritter, menilai kampanye militer gabungan AS-'Israel' ke Iran sebagai kesalahan kalkulasi yang fatal. Menurutnya, serangan tersebut gagal mencapai tujuan strategis utamanya untuk menggulingkan rezim, meskipun berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Ritter menegaskan bahwa alih-alih memicu pemberontakan rakyat seperti yang diharapkan Donald Trump, kematian Khamenei, yang juga menewaskan cucu perempuannya yang masih kecil, justru menyatukan rakyat Iran dalam suasana berkabung nasional dan tuntutan balas dendam yang masif.

Analisis Ritter menyoroti beberapa poin krusial yang melemahkan posisi Amerika Serikat di kawasan. Serangan udara gagal melumpuhkan kemampuan rudal Iran. Buktinya, Teheran meluncurkan balasan tak terduga yang menghantam 'Israel', negara-negara Arab, serta instalasi ekonomi strategis.

Ritter memperingatkan bahwa untuk memperpanjang perang, Trump harus mengerahkan kekuatan militer yang jauh lebih besar. Ia mengutip peringatan komandan militer bahwa stok persenjataan AS di kawasan terancam habis jika perang terus berlanjut.

Kemampuan AS untuk melindungi sekutu-sekutunya di Teluk kini dipertanyakan. Ritter menyarankan negara-negara Teluk untuk mengevaluasi kembali ketergantungan keamanan mereka pada Washington.

Menanggapi situasi yang memanas, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan keras melalui media sosial. Ia mengeklaim bahwa gelombang serangan besar yang sesungguhnya belum terjadi dan akan segera tiba. Trump bahkan menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengirimkan pasukan darat ke wilayah Iran.

Di pihak lain, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan kesiapan negaranya untuk menghadapi konflik jangka panjang. "Berbeda dengan Amerika Serikat, kami siap untuk perang jangka panjang. Kami akan membuat musuh menyesali perhitungan mereka yang salah," tegas Larijani melalui platform X. (zarahamala/arrahmah.id)