MADRID (Arrahmah.id) - Pemerintah Spanyol secara resmi mengumumkan bahwa Amerika Serikat tidak diizinkan menggunakan pangkalan militer bersama di wilayah Spanyol untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Madrid menegaskan penolakannya terhadap operasi militer tersebut yang dianggap melanggar hukum internasional.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menyatakan pada Senin (2/3/2026) bahwa dua pangkalan militer utama di wilayah Andalusia, Spanyol Selatan, tidak memberikan dukungan dalam bentuk apa pun bagi serangan udara Amerika Serikat ke wilayah Iran.
Dalam pernyataannya kepada jurnalis di Granada, Robles merinci status dua pangkalan strategis tersebut. Pangkalan udara Moron de la Frontera (Sevilla) dan pangkalan laut Rota (Cadiz) ditegaskan tidak digunakan dalam operasi melawan Iran.
Robles menekankan bahwa penggunaan pangkalan tersebut oleh pasukan AS diatur dalam perjanjian bilateral yang hanya mengizinkan aktivitas dalam kerangka Hukum Internasional. "Tidak boleh ada langkah sepihak (unilateral) yang diambil," tegasnya. Meskipun digunakan bersama, pangkalan-pangkalan tersebut sepenuhnya tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan gabungan AS-'Israel' ke Iran yang dimulai sejak Sabtu lalu (28/2). Sanchez menyebut operasi militer tersebut sebagai intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan melampaui batas-batas hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menambahkan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan penggunaan fasilitas militer mereka untuk tujuan apa pun yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sikap Spanyol ini muncul di tengah eskalasi besar setelah serangan AS-'Israel' menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta ratusan orang lainnya. Sebagai balasan, Teheran telah meluncurkan gelombang rudal dan drone ke 'Israel' serta menyerang berbagai situs di negara-negara Teluk. (zarahamala/arrahmah.id)
