Memuat...

Ancaman Houtsi, Apa yang akan Terjadi jika Selat Bab al-Mandab juga Ditutup?

Zarah Amala
Senin, 30 Maret 2026 / 11 Syawal 1447 11:33
Ancaman Houtsi, Apa yang akan Terjadi jika Selat Bab al-Mandab juga Ditutup?
Peta yang menunjukkan Laut Arab dan negara-negara yang berbatasan dengannya, serta menunjukkan Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab (Al Jazeera).

DOHA (Arrahmah.id) - Eskalasi perang antara Amerika Serikat-'Israel' melawan Iran kini memasuki babak baru yang mengancam stabilitas ekonomi dunia. Fokus konflik bergeser ke Selat Bab al-Mandab setelah kelompok Ansar Allah (Houtsi) di Yaman mengancam akan melakukan penutupan total jalur tersebut. Ancaman ini diprediksi akan mengganggu 10% perdagangan minyak global dan memaksa kapal tanker memutar melalui Afrika, yang berdampak langsung pada lonjakan harga energi dan inflasi dunia.

Ibrahim Fraihat, pakar resolusi konflik dari Doha Institute, menyatakan bahwa pengumuman blokade ini merupakan bagian dari strategi tekanan horisontal Iran untuk mengguncang pasar global tanpa konfrontasi langsung. Sementara itu, juru bicara militer Houtsi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan rudal dan drone ke wilayah selatan Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran dan Hizbullah yang tengah digempur pasukan AS-'Israel' sejak 28 Februari lalu.

Di Washington, pengerahan kapal induk USS George H.W. Bush dan ribuan personel Marinir ke Timur Tengah memberikan sinyal kuat bahwa Presiden Donald Trump tengah menyiapkan "kelenturan strategis". Pengamat militer Elias Hanna memperkirakan adanya peluang sebesar 70% bagi militer AS untuk melakukan operasi darat terbatas guna memaksa Iran ke meja perundingan. Namun, para analis memperingatkan bahwa langkah ini berisiko tinggi memicu perang regional yang berkepanjangan dengan kerugian manusia dan ekonomi yang tak terukur.

Hingga Senin (30/3/2026), situasi di lapangan tetap buntu. Iran telah kehilangan banyak infrastruktur militer akibat serangan udara, sementara 'Israel' terus berada dalam jangkauan rudal balistik Teheran. Amerika Serikat sendiri menghadapi tekanan domestik akibat isolasi diplomatik dari sekutu Eropa dan ketidakpastian ekonomi yang semakin mendalam. (zarahamala/arrahmah.id)