NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Antrean panjang warga untuk mendapatkan tabung LPG dilaporkan terjadi di berbagai kota di India setelah gangguan pasokan energi memicu kekhawatiran krisis bahan bakar rumah tangga. Situasi ini dipicu oleh terganggunya jalur pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi distribusi gas ke negara importir besar seperti India.
Foto dan laporan media menunjukkan warga berbaris panjang di depan agen distribusi LPG di sejumlah wilayah untuk mendapatkan tabung gas memasak. Gangguan pada jalur energi internasional, terutama di sekitar Selat Hormuz, memperlambat pengiriman LPG ke India sehingga memicu kepanikan dan pembelian dalam jumlah besar oleh masyarakat.
Menurut Hindustan Times (13/3/2026) menyebutkan bahwa kekhawatiran kekurangan LPG telah memicu lonjakan permintaan dan antrean di banyak kota besar. Kekurangan tersebut bahkan membuat restoran, kantin, dan dapur umum mulai mengurangi menu makanan panas karena pasokan gas memasak semakin terbatas.
Krisis pasokan energi ini juga berdampak pada sektor industri. Beberapa perusahaan melaporkan gangguan produksi akibat terbatasnya akses terhadap LPG dan gas lainnya, sementara pemerintah India mulai mengalihkan pasokan gas dari sektor industri untuk memprioritaskan kebutuhan rumah tangga.
Pejabat Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India meminta masyarakat tidak melakukan panic buying dan menegaskan pemerintah sedang meningkatkan produksi LPG domestik serta mencari pasokan alternatif dari luar negeri. India sendiri sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada rantai pasokan domestik.
Ketergantungan tersebut membuat India sangat sensitif terhadap ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Selat Hormuz, yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dan gas dunia, menjadi jalur vital bagi pasokan energi global, sehingga gangguan di kawasan itu dapat memicu gejolak pasokan dan harga energi di berbagai negara, termasuk India. (hnaoum/arrahmah.id)
