Memuat...

Warga Sudan Turun ke Jalan Usai Iran Disebut Bantu Kurangi Pengaruh UEA

Hanoum
Sabtu, 14 Maret 2026 / 25 Ramadan 1447 07:38
Warga Sudan Turun ke Jalan Usai Iran Disebut Bantu Kurangi Pengaruh UEA
Tangkapan layar video warga Sudan turun ke jalan. [Foto: X]

KHARTOUM (Arrahmah.id) -- Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga Sudan turun ke jalan dan merayakan perkembangan terbaru dalam konflik politik dan militer di negara itu. Aksi tersebut dikaitkan dengan klaim bahwa Iran membantu pemerintah Sudan mengurangi pengaruh Uni Emirat Arab (UEA) di negara Afrika Timur tersebut, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi arena persaingan geopolitik regional.

Rekaman yang beredar luas menunjukkan sekelompok warga membawa bendera Sudan dan meneriakkan slogan dukungan terhadap pemerintah serta sekutunya.

Dilansir X (13/3/2026), video itu muncul di tengah laporan bahwa Iran meningkatkan kerja sama politik dan militer dengan otoritas Sudan, terutama setelah hubungan kedua negara kembali dipulihkan dalam beberapa tahun terakhir. Hubungan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya Khartoum memperluas dukungan internasional di tengah konflik internal yang berkepanjangan.

Sudan sendiri telah dilanda perang saudara sejak April 2023 antara tentara nasional Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi, sementara berbagai kekuatan regional ikut terlibat secara tidak langsung.

Sejumlah laporan internasional menyebutkan bahwa persaingan pengaruh antara negara-negara kawasan turut memperumit konflik Sudan. Uni Emirat Arab dituduh oleh pemerintah Sudan dan sejumlah pengamat memberikan dukungan kepada RSF, meskipun Abu Dhabi berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Iran disebut meningkatkan hubungan diplomatik dan kerja sama dengan pemerintah Sudan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di bidang militer dan teknologi pertahanan. Para analis menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi Teheran memperluas pengaruhnya di kawasan Laut Merah sekaligus menyeimbangkan kekuatan negara-negara Teluk seperti UEA dan Arab Saudi di Afrika Timur.

Situasi di Sudan hingga kini masih sangat rapuh. Selain konflik bersenjata yang belum mereda, negara tersebut juga menghadapi krisis kemanusiaan besar, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan pangan dan layanan kesehatan. Banyak pengamat memperingatkan bahwa keterlibatan berbagai kekuatan regional dapat memperpanjang konflik dan memperumit upaya perdamaian di negara tersebut. (hanoum/arrahmah.id)