WASHINGTON (Arrahmah.id) - Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump resmi mengajukan proposal tertulis kepada Hamas mengenai mekanisme penyerahan senjata. Proposal ini, yang pertama kali diungkap oleh media NPR, disampaikan dalam pertemuan di Kairo pekan lalu yang dihadiri oleh utusan khusus Trump untuk Gaza, Nickolay Mladenov, dan asisten utusan khusus, Aryeh Lightstone.
Inti dari rencana ini adalah penarikan penuh pasukan 'Israel' dari Jalur Gaza dan dimulainya proses rekonstruksi besar-besaran. Sebagai imbalannya, Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza harus menyerahkan semua senjata mereka, mulai dari senjata berat hingga senapan ringan, tanpa pengecualian.
Pejabat AS mengungkapkan bahwa Hamas mungkin akan ditawarkan pengampunan (amnesti) serta paket investasi ekonomi sebagai pemikat. Trump mengeklaim telah mengumpulkan komitmen dana sekitar 7 miliar dolar AS dari berbagai negara, termasuk negara-negara Teluk, untuk membangun kembali Gaza.
Meski komitmen dana mencapai miliaran dolar, sumber Reuters menyebutkan bahwa hanya sebagian kecil dari dana tersebut yang benar-benar sudah tersedia saat ini.
Meskipun Hamas secara prinsip setuju dengan kerangka rencana tersebut pada Oktober lalu, mereka menegaskan bahwa poin mengenai senjata masih memiliki banyak penafsiran (antara pembekuan atau pelucutan total). Pimpinan Hamas, Moussa Abu Marzouk, menyatakan prioritas mereka adalah menghentikan perang dan melindungi warga, bukan menyerahkan senjata.
Walaupun gencatan senjata resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025, 'Israel' dilaporkan terus melakukan pelanggaran yang mengakibatkan 677 warga Palestina gugur dan lebih dari 1.800 lainnya luka-luka sejak kesepakatan dimulai.
Perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menghancurkan 90% infrastruktur Gaza, menelan korban lebih dari 72.000 jiwa, dan menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Saat ini, 'Israel' masih menguasai sekitar setengah wilayah Jalur Gaza.
Dalam unggahan di platform X menyambut Idul Fitri (Maret 2026), Mladenov menekankan bahwa pilihan kini ada di tangan Hamas. Ia menyatakan bahwa rekonstruksi hanya bisa berjalan Dewan Perdamaian yang didirikan oleh Trump (Reutersk)maju jika ada pilihan jelas untuk melucuti senjata sepenuhnya. "Kami berharap para pemimpin mengambil keputusan terbaik bagi rakyat Palestina," tulisnya. (zarahamala/arrahmah.id)
