JAKARTA (Arrahmah.id) — Suasana duka masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh saat masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan.
Para penyintas bencana hingga kini masih berada dalam kondisi serba terbatas, baik secara fisik maupun psikis, setelah kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Di tengah situasi tersebut, LAZNAS Dewan Dakwah melalui program Kafilah Dakwah (Kafda) mengirimkan tim dai dan daiyah untuk memberikan pendampingan kepada para penyintas di wilayah terdampak.
Kehadiran para dai tidak hanya untuk menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga mendampingi masyarakat selama menjalani ibadah Ramadhan di lokasi pengungsian.
Tim Kafilah Dakwah memilih menetap bersama para penyintas selama bulan Ramadhan.
Mereka menggelar berbagai aktivitas keagamaan bersama masyarakat, seperti shalat berjamaah, pengajian, serta memberikan penguatan spiritual bagi warga yang masih mengalami trauma akibat bencana.
Selain pembinaan keagamaan dan penguatan akidah, para dai juga menggelar kegiatan pemulihan mental atau trauma healing bagi para penyintas.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjalani Ramadhan dengan penuh semangat meski berada di tengah keterbatasan.
LAZNAS Dewan Dakwah juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan melalui tim yang berada di lapangan.
Bantuan tersebut meliputi paket pangan untuk sahur dan berbuka puasa, perlengkapan ibadah, serta santunan bagi anak yatim yang terdampak bencana.
Distribusi bantuan dilakukan secara langsung kepada para penyintas di tenda-tenda pengungsian maupun permukiman warga yang masih mengalami kerusakan akibat bencana.
Melalui program Kafilah Dakwah ini, diharapkan solidaritas dan kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak bencana semakin kuat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, program tersebut juga memastikan para penyintas tetap mendapatkan pendampingan spiritual selama menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.
(ameera/arrahmah.id)
