Memuat...

Korban Tewas Longsor Sampah TPST Bantargebang Bertambah Jadi 5 Orang

Ameera
Senin, 9 Maret 2026 / 20 Ramadan 1447 19:36
Korban Tewas Longsor Sampah TPST Bantargebang Bertambah Jadi 5 Orang
Korban Tewas Longsor Sampah TPST Bantargebang Bertambah Jadi 5 Orang

JAKARTA (Arrahmah.id) - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat longsoran gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini bertambah menjadi lima orang.

Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, mengatakan korban terbaru ditemukan pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 12.05 WIB.

“Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” kata Ramli saat dikonfirmasi.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi oleh tim forensik.

Ramli menjelaskan, hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang dalam insiden longsor tersebut.

Pendataan jumlah korban juga masih dilakukan berdasarkan keterangan saksi di lokasi dan laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya,” ujarnya.

Dalam operasi pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan membuka akses menuju titik longsoran menggunakan alat berat.

Selain itu, anjing pelacak (K9) juga dikerahkan untuk membantu menemukan tanda-tanda keberadaan korban di bawah timbunan sampah.

Sebanyak 336 personel dari berbagai unsur dilibatkan dalam operasi pencarian tersebut.

“Para personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan K9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban,” jelas Ramli.

Sementara itu, Isnawa Adji menjelaskan longsor di TPST Bantargebang yang berada di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi cukup lama.

Ia memaparkan kronologi kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB saat sejumlah truk sampah sedang mengantre untuk membongkar muatan di area pembuangan.

“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi,” ujar Isnawa.

Akibat peristiwa tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup sementara TPST Bantargebang hingga proses evakuasi korban selesai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan penutupan sementara dilakukan khususnya di Zona IV yang menjadi lokasi longsor.

“Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi. Rata-rata sampah yang masuk itu sekitar 7.300 sampai 7.500 ton per hari dengan sekitar 1.200 rit truk,” kata Asep saat meninjau lokasi longsor.

Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mengutamakan keselamatan petugas di tengah kondisi timbunan sampah yang masih labil.

(ameera/arrahmah.id)