NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Sebuah video yang memperlihatkan tokoh politik Hindu raidkal di India memanjatkan doa dengan suara keras di ruang musola bandara saat sejumlah Muslim hendak melaksanakan shalat memicu kontroversi luas, dengan sebagian pihak menilai tindakan tersebut sebagai provokasi, sementara lainnya membela sebagai ekspresi keagamaan.
Dilansir India Today (24/3/2026), insiden tersebut melibatkan politisi Partai Bharatiya Janata Party (BJP), Kompella Madhavi Latha, yang terlihat melantunkan doa Hindu “Durga Suktam” di ruang doa Bandara Internasional Indira Gandhi (IGI), New Delhi. Dalam video yang beredar, tampak beberapa perempuan Muslim mengenakan burqa berada di ruangan yang sama.
Rekaman tersebut memicu perdebatan publik. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut mengganggu kekhusyukan ibadah Muslim karena dilakukan dengan suara keras di ruang yang seharusnya digunakan untuk doa secara tenang dan lintas agama. Kritik juga menyoroti adanya perekaman video di dalam ruang ibadah yang dinilai tidak pantas.
Namun, laporan media lain menyebut tidak terlihat adanya konfrontasi langsung antara Madhavi Latha dan para perempuan Muslim dalam video tersebut. Ia tampak masuk, berdoa, lalu meninggalkan ruangan tanpa interaksi dengan pihak lain.
Di sisi lain, sebagian pengguna media sosial dan pendukungnya menilai aksi tersebut sebagai bentuk kebebasan beragama di ruang publik yang memang disediakan untuk semua pemeluk agama. Mereka mempertanyakan mengapa pembacaan doa Hindu dianggap provokatif dalam fasilitas yang bersifat umum.
Kontroversi ini menambah daftar ketegangan bernuansa agama di India, di mana ruang publik kerap menjadi titik sensitif antara berbagai komunitas keagamaan. Peristiwa ini juga kembali memicu perdebatan mengenai batas antara kebebasan beragama dan sensitivitas antarumat dalam ruang bersama. (hanoum/arrahmah.id)
