Memuat...

Hamas Diam-Diam Bertemu Utusan “Board of Peace” Trump di Kairo

Hanoum
Rabu, 18 Maret 2026 / 29 Ramadan 1447 06:52
Hamas Diam-Diam Bertemu Utusan “Board of Peace” Trump di Kairo
Presiden Donald Trump memegang piagam tersebut selama upacara penandatanganan inisiatif Dewan Perdamaiannya pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. [Foto: AP Photo/Markus Schreiber]

KAIRO (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas dilaporkan melakukan pertemuan tertutup dengan utusan lembaga internasional “Board of Peace” yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Kairo, Mesir. Pertemuan ini menjadi kontak langsung pertama yang terungkap antara Hamas dan inisiatif perdamaian bentukan Washington sejak eskalasi konflik Iran yang kembali mengguncang kawasan.

Menurut Reuters (16/3/2026), pertemuan tersebut membahas masa depan gencatan senjata di Gaza serta implementasi rencana perdamaian yang diusung Board of Peace. Diskusi berlangsung di tengah meningkatnya tekanan terhadap Hamas terkait isu perlucutan senjata dan pengelolaan pascakonflik di Jalur Gaza.

Sumber diplomatik menyebut, seperti dilansir The Times of Israel, pembicaraan juga berkaitan dengan kelanjutan rencana rekonstruksi Gaza yang sebelumnya menjadi fokus utama Board of Peace. Lembaga ini dibentuk untuk mengawasi transisi pascaperang, termasuk pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina dan stabilisasi keamanan di wilayah tersebut.

Pertemuan ini terjadi di tengah situasi yang semakin kompleks akibat konflik Iran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan tersebut dilaporkan mengganggu implementasi rencana perdamaian, termasuk proses gencatan senjata dan distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza.

Hamas sebelumnya memperingatkan bahwa mereka dapat menarik komitmen terhadap gencatan senjata jika Israel terus memperketat pembatasan dengan dalih situasi perang regional. Di sisi lain, Israel tetap melanjutkan operasi militernya di Gaza dengan alasan ancaman keamanan dari kelompok tersebut.

Sejumlah analis menilai pertemuan ini menunjukkan adanya jalur komunikasi yang tetap terbuka di tengah konflik yang meluas. Namun, efektivitas Board of Peace sebagai mekanisme penyelesaian konflik masih dipertanyakan, terutama karena perbedaan kepentingan antara pihak-pihak yang terlibat serta dinamika geopolitik yang terus berubah di Timur Tengah.

Dengan konflik yang masih berlangsung dan tekanan internasional yang meningkat, hasil dari pertemuan ini dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah stabilitas Gaza dan prospek perdamaian jangka panjang di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)