ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Sejumlah perempuan di Turki melakukan aksi simbolik dengan melemparkan kerudung mereka di dalam Masjid Fatih, Istanbul, sebagai bentuk protes terhadap penutupan Masjid Al-Aqsa oleh 'Israel' serta kritik terhadap sikap laki-laki Muslim yang dinilai tidak cukup membela situs suci tersebut.
Dilansir Haberler (17/3/2026), aksi tersebut terjadi saat malam ibadah di Masjid Fatih, ketika sekelompok perempuan secara tiba-tiba menjatuhkan kerudung mereka ke lantai masjid. Tindakan ini dimaknai sebagai bentuk protes moral dan simbolik, menyoroti kekecewaan terhadap respons dunia Muslim—khususnya laki-laki—yang dianggap pasif terhadap penutupan Al-Aqsa.
Menurut Ilkha, aksi ini dilakukan sebagai respons atas penutupan Masjid Al-Aqsa yang telah berlangsung selama beberapa hari akibat pembatasan ketat oleh otoritas 'Israel'. Para peserta aksi menilai langkah tersebut tidak hanya membatasi kebebasan beribadah, tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap situs suci umat Islam.
Penutupan Al-Aqsa sendiri telah memicu gelombang protes di berbagai negara. Laporan media internasional menyebut Israel menutup kompleks tersebut dan membatasi akses ke Kota Tua Yerusalem dengan alasan keamanan di tengah konflik regional, yang kemudian menuai kecaman dari negara-negara Muslim.
Aksi di Masjid Fatih ini menjadi sorotan karena menggunakan simbol yang sensitif dalam konteks Turki. Kerudung atau hijab memiliki makna religius dan historis yang kuat di negara tersebut, bahkan pernah menjadi isu politik besar terkait kebebasan beragama dan identitas nasional. (hanoum/arrahmah.id)
