Memuat...

Irak Membara, Serangan Udara AS Tewaskan Komandan Operasi Anbar Hasyid Syabi

Zarah Amala
Selasa, 24 Maret 2026 / 5 Syawal 1447 10:15
Irak Membara, Serangan Udara AS Tewaskan Komandan Operasi Anbar Hasyid Syabi
Pemandangan sebuah mobil milik seorang pemimpin Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak yang menjadi sasaran rudal dari pesawat tak berawak AS (Reuters)

BAGHDAD (Arrahmah.id) - Ketegangan di Irak meningkat drastis pada Selasa dini hari (24/3/2026) setelah serangan udara Amerika Serikat menghantam markas Hasyid Syabi (Popular Mobilization Forces/PMF) di timur distrik Ramadi, Irak Barat. Sumber medis mengonfirmasi bahwa Komandan Operasi Anbar dari PMF tewas dalam serangan tersebut bersama beberapa rekannya.

Laporan keamanan menyebutkan total korban jiwa mencapai 7 orang. Tak lama setelah itu, serangan udara kedua juga dilaporkan menghantam wilayah Jurf al-Sakhar di utara Provinsi Babel, yang melukai dua anggota dari Brigade 47 PMF.

AS menargetkan markas PMF sebagai balasan atas serentetan serangan drone dan rudal yang menyasar pangkalan militer serta fasilitas diplomatik AS di Irak (seperti Kedubes AS di Baghdad dan Konsulat di Erbil).

Sejak perang AS-'Israel' melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu, faksi-faksi bersenjata di Irak yang pro-Iran (tergabung dalam "Perlawanan Islam di Irak") hampir setiap hari meluncurkan serangan ke posisi AS. Organisasi paramiliter ini dibentuk pada 2014 untuk melawan ISIS dan kini secara resmi merupakan bagian dari militer Irak. Namun, banyak faksi di dalamnya memiliki hubungan sangat erat dengan Teheran.

Serangan di pusat dukungan diplomatik AS di bandara Baghdad dan Erbil menjadi alasan utama bagi Washington untuk meningkatkan intensitas serangan udara mereka ke markas-markas faksi tersebut.

Kematian komandan level tinggi di Anbar ini diprediksi bakal memicu gelombang balasan yang lebih besar dari faksi-faksi bersenjata di Irak. Posisi pemerintah Irak makin sulit karena harus menjaga kedaulatan di tengah baku hantam antara militer AS dan unit-unit militer mereka sendiri (PMF) yang didukung Iran. (zarahamala/arrahmah.id)