Memuat...

Netanyahu Klaim Ilmuwan Nuklir Iran Tewas dalam Serangan 'Israel'

Hanoum
Jumat, 13 Maret 2026 / 24 Ramadan 1447 07:26
Netanyahu Klaim Ilmuwan Nuklir Iran Tewas dalam Serangan 'Israel'
Bennjamin Netanyahu. [Foto: Al Jazeera]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa serangan militer 'Israel' terhadap Iran telah menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir utama negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang membela operasi militer 'Israel' dan menegaskan bahwa salah satu tujuan utama serangan adalah melumpuhkan program nuklir Teheran.

Netanyahu mengatakan, seperti dilansir NDTV (13/3/2026), serangan udara 'Israel' berhasil menewaskan setidaknya satu ilmuwan nuklir senior dan melukai beberapa ilmuwan lainnya yang terlibat dalam pengembangan teknologi nuklir Iran. Ia juga menegaskan bahwa operasi militer tersebut menargetkan fasilitas nuklir, infrastruktur militer, serta tokoh kunci yang dianggap berperan dalam program nuklir Iran.

Dalam pernyataan yang sama, Netanyahu menyebut kepemimpinan baru Iran—termasuk pemimpin tertinggi yang baru—sebagai pihak yang tetap berupaya melanjutkan program nuklir dan balistik. Ia menambahkan bahwa 'Israel' akan terus bertindak untuk mencegah Iran memindahkan proyek nuklirnya ke fasilitas bawah tanah yang lebih sulit diserang.

Sejumlah laporan media internasional juga menyebutkan bahwa operasi militer 'Israel' terhadap Iran dalam konflik terbaru menargetkan struktur inti program nuklir negara itu, termasuk ilmuwan dan pejabat militer yang terlibat dalam penelitian nuklir.

Namun klaim 'Israel' tersebut belum sepenuhnya diverifikasi secara independen. Beberapa laporan awal bahkan mengoreksi bahwa yang tewas kemungkinan hanya satu ilmuwan nuklir senior, sementara ilmuwan lain hanya mengalami luka atau menjadi target serangan.

Serangan terhadap ilmuwan nuklir telah lama menjadi bagian dari strategi rahasia 'Israel' untuk menghambat pengembangan teknologi nuklir Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ilmuwan Iran diketahui tewas dalam operasi serupa yang dikaitkan dengan 'Israel', termasuk tokoh-tokoh yang terlibat dalam penelitian nuklir dan teknologi pertahanan.

Konflik yang melibatkan 'Israel', Iran, dan sekutunya kini telah berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas. Serangan udara, peluncuran rudal, serta operasi militer di berbagai wilayah Timur Tengah telah meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan eskalasi perang yang lebih besar dan dampaknya terhadap stabilitas global. (hanoum/arrahmah.id)