Memuat...

Pesawat Pengisi Bahan Bakar Militer AS Jatuh di Irak di Tengah Perang Iran

Hanoum
Jumat, 13 Maret 2026 / 24 Ramadan 1447 07:48
Pesawat Pengisi Bahan Bakar Militer AS Jatuh di Irak di Tengah Perang Iran
KC-135 Stratotanker. [Foto: CBS]

IRAK (Arrahmah.id) -- Sebuah pesawat militer Amerika Serikat yang berfungsi sebagai pengangkut dan pengisi bahan bakar udara jatuh di wilayah barat Irak saat mendukung operasi militer dalam konflik dengan Iran. Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) dan memicu operasi pencarian serta penyelamatan terhadap awak pesawat yang berada di dalamnya.

Dilansir AP (13/3/2026), pesawat yang jatuh merupakan KC-135 Stratotanker, salah satu pesawat tanker utama Angkatan Udara AS yang digunakan untuk mengisi bahan bakar jet tempur dan pesawat militer lainnya saat menjalankan misi jarak jauh. Pesawat ini dilaporkan terlibat dalam operasi udara yang mendukung kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran.

Menurut pernyataan resmi CENTCOM, kecelakaan tersebut terjadi di “ruang udara bersahabat” dan tidak disebabkan oleh serangan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri. Insiden tersebut melibatkan dua pesawat tanker; satu pesawat jatuh di Irak barat sementara pesawat lainnya berhasil mendarat dengan selamat.

Media internasional melaporkan bahwa pesawat yang jatuh membawa beberapa awak dan tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mencari korban serta mengevakuasi kru yang mungkin selamat. Hingga kini otoritas militer AS belum memberikan rincian pasti mengenai kondisi para awak pesawat.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden militer terbaru di tengah konflik yang terus memanas antara AS, Israel, dan Iran. Sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026, sejumlah tentara AS dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan drone dan rudal Iran di berbagai pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.

Konflik yang berkembang menjadi krisis regional tersebut telah melibatkan operasi udara besar-besaran, peluncuran rudal, serta bentrokan militer di berbagai negara di kawasan Teluk. Selain menimbulkan korban jiwa, perang juga memicu ketidakstabilan geopolitik dan kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi global.

Pesawat KC-135 Stratotanker sendiri telah digunakan oleh militer AS sejak akhir 1950-an dan tetap menjadi komponen penting dalam operasi udara modern, terutama untuk mendukung jet tempur dan pesawat pembom selama misi tempur jarak jauh. (hanoum/arrahmah.id)