TEL AVIV (Arrahmah.id) - Malam yang mencekam melanda wilayah metropolitan Tel Aviv setelah sebuah rudal jenis munisi tandan (cluster missile) yang ditembakkan dari Iran berhasil menembus pertahanan dan meledak di pemukiman padat. Rekaman video dari Channel 12 'Israel' memperlihatkan detik-detik rudal tersebut terpecah menjadi puluhan bom kecil di udara sebelum menciptakan kilatan ledakan raksasa yang menerangi langit malam.
Serangan ini menelan korban jiwa di kota Ramat Gan, sebelah selatan Tel Aviv. Sepasang suami istri berusia 70-an ditemukan tewas di tangga darurat apartemen mereka yang hancur. Selain korban jiwa, serangan ini melumpuhkan infrastruktur transportasi vital, termasuk stasiun kereta api tersibuk di 'Israel', Tel Aviv Savidor Central, yang mengalami kerusakan parah pada peron dan fasilitas utamanya.
Korban tewas ditemukan saat petugas pemadam kebakaran menyisir gedung yang terbakar. Apartemen mereka diketahui tidak memiliki ruang perlindungan (bunker) internal, sehingga korban mencoba berlindung di area tangga saat sirine berbunyi.
Perusahaan kereta api 'Israel' (Israel Railways) terpaksa menghentikan seluruh operasional di area Tel Aviv Raya setelah serpihan rudal dan hulu ledak menghantam peron Stasiun Savidor Central, menyebabkan kerusakan struktural yang luas.
Media lokal melaporkan jatuhnya korban luka dan kerusakan properti di sedikitnya delapan titik berbeda di seluruh wilayah Greater Tel Aviv. Sedikitnya empat orang dilaporkan luka-luka akibat hantaman langsung maupun serpihan intersep.
Selain stasiun, beberapa gedung perkantoran dan kendaraan di sekitar lokasi jatuhnya rudal dilaporkan terbakar hebat. Tim penyelamat hingga saat ini masih melakukan penyisiran untuk mencari warga yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.
Penggunaan rudal yang pecah menjadi banyak bom kecil ini menyulitkan sistem pertahanan udara dan tim evakuasi, karena area sebaran ledakan mencakup wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan rudal konvensional.
Tentara 'Israel' (IDF) dan layanan darurat Magen David Adom masih berada di lapangan untuk menangani dampak ledakan. Sementara itu, warga di pusat kota 'Israel' diminta untuk tetap waspada dan tidak mendekati puing-puing rudal yang jatuh karena adanya risiko sub-amunisi yang belum meledak. (zarahamala/arrahmah.id)
