Memuat...

Trump Tuduh Iran Sendiri yang Hancurkan Sekolah Putri di Minab

Hanoum
Senin, 9 Maret 2026 / 20 Ramadan 1447 04:55
Trump Tuduh Iran Sendiri yang Hancurkan Sekolah Putri di Minab
Kuburan massal siswi sekolah putri Minab (kiri) dan Donald trump (kanan). [Foto: Deshabinami]

WASHINGTON (Arrahmah.id) --  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap sebuah sekolah putri di kota Minab, Iran selatan. Trump menyatakan bahwa rudal Iran kemungkinan salah sasaran dan justru menghantam sekolah tersebut, menyebabkan ratusan siswa tewas.

PDilansir CBS News (7/3/2026), pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (7/3). Ia mengatakan bahwa berdasarkan penilaiannya, serangan terhadap sekolah tersebut kemungkinan dilakukan oleh Iran sendiri karena ketidakakuratan sistem persenjataannya. Trump menyebut militer Iran “tidak memiliki akurasi dalam penggunaan munisi,” sehingga rudal yang diluncurkan diduga meleset dan mengenai bangunan sekolah.

Serangan tersebut terjadi pada 28 Februari 2026 ketika sebuah sekolah dasar putri bernama Shajareh Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, hancur akibat serangan misil di tengah jam belajar. Menurut laporan otoritas Iran, antara 168 hingga 180 orang tewas, sebagian besar merupakan siswi berusia 7 hingga 12 tahun serta sejumlah guru. Insiden itu disebut sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap fasilitas pendidikan dalam konflik Iran tahun 2026.

Namun tuduhan Trump memicu perdebatan internasional karena sejumlah laporan investigasi awal justru mengarah pada kemungkinan lain. Sumber militer Amerika yang dikutip media internasional menyebut penyelidikan internal masih berlangsung dan menunjukkan indikasi bahwa serangan tersebut kemungkinan berasal dari operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan kompleks militer di dekat sekolah tersebut.

Analisis citra satelit dan data sumber terbuka juga menunjukkan bahwa sekolah tersebut berada dekat dengan kompleks militer milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Beberapa analis menduga target sebenarnya adalah fasilitas militer di area tersebut, namun serangan misil mengenai bangunan sekolah yang berada di dekatnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan independen. Para pakar HAM PBB menyatakan bahwa serangan terhadap sekolah merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang jika terbukti sengaja atau dilakukan secara sembrono terhadap warga sipil.

Serangan di Minab terjadi pada hari pertama operasi militer besar Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Konflik tersebut telah memicu serangkaian serangan balasan, termasuk serangan rudal dan drone Iran terhadap berbagai target di kawasan Timur Tengah, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas. (hanoum/arrahmah.id)