BIHAR (Arrahmah.id) -- Seorang perempuan Muslim di negara bagian Bihar, India, meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan brutal oleh sekelompok massa di sebuah desa di distrik Madhubani. Korban yang sedang menjalankan ibadah puasa itu dilaporkan dipukuli secara brutal dan dipaksa meminum campuran urine dan alkohol sebelum akhirnya meninggal akibat luka parah yang dideritanya.
Korban diketahui bernama Roshan Khatoon, warga Desa Amhi, wilayah Ghoghardiha, distrik Madhubani. Menurut The Quint (8/3/2026), peristiwa itu bermula ketika Khatoon mendatangi kepala desa untuk meminta bantuan menyelesaikan sengketa lokal. Namun alih-alih mendapatkan bantuan, ia justru diserang oleh sekelompok orang yang diduga dipimpin oleh keluarga kepala desa tersebut. Ia dilaporkan diikat pada tiang dan dipukuli secara brutal oleh massa.
Saksi mata di desa tersebut mengatakan bahwa saat diserang, korban yang sedang berpuasa meminta air minum. Namun menurut kesaksian warga, permintaan itu justru dibalas dengan tindakan penghinaan ketika pelaku memaksa korban meminum campuran alkohol dan urine. Informasi tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.
Akibat luka parah yang dideritanya, Khatoon akhirnya meninggal dunia pada 1 Maret 2026 saat menjalani perawatan di Patna Medical College and Hospital. Polisi setempat menyatakan telah mendaftarkan laporan kasus dan menahan putra kepala desa untuk dimintai keterangan. Aparat juga berupaya mengidentifikasi semua orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut.
Media internasional dan organisasi masyarakat sipil di India menyebut korban dipukuli setelah datang mencari keadilan atas masalah desa, namun justru menjadi sasaran kekerasan oleh sekelompok orang di sekitar kantor kepala desa. Laporan tersebut menyebut korban mengalami penyiksaan berat sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Kasus ini kembali menyoroti masalah kekerasan massa dan ketegangan sosial yang masih terjadi di sejumlah wilayah India. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus lynching atau kekerasan massa terhadap kelompok minoritas sering dilaporkan oleh organisasi hak asasi manusia dan media internasional. Salah satu kasus yang banyak mendapat perhatian dunia adalah pembunuhan Mohammed Akhlaq pada 2015 di Uttar Pradesh setelah dituduh menyembelih sapi.
Pihak kepolisian Bihar menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam penyerangan akan diproses secara hukum. Aparat juga meningkatkan pengamanan di desa tersebut untuk mencegah terjadinya ketegangan lanjutan di masyarakat. (hanoum/arrahmah.id)
