TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirim sekitar 12.000 bom seberat 1.000 pon ke 'Israel' di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Pengiriman amunisi dalam jumlah besar itu disebut sebagai respons terhadap serangan rudal balistik Iran yang sebelumnya menghantam sejumlah target Israel dan pangkalan militer sekutu di kawasan Timur Tengah.
Dilansir The Guardian (6/3/2026), Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri menyetujui paket persenjataan yang mencakup ribuan bom berat untuk memperkuat kemampuan militer 'Israel' dalam menghadapi Iran. Paket tersebut termasuk sekitar 12.000 bom berbobot 1.000 pon yang akan digunakan dalam operasi udara Israel terhadap target militer Iran dan kelompok sekutunya di kawasan.
Langkah tersebut diambil setelah Iran meluncurkan sejumlah serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone ke wilayah 'Israel' serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan itu merupakan respons terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran.
Konflik antara Iran dan 'Israel' sendiri meningkat tajam sejak akhir Februari 2026 ketika Israel meluncurkan operasi militer besar terhadap Iran yang dikenal sebagai Operation Lion’s Roar. Serangan udara yang dilakukan bersama Amerika Serikat menargetkan berbagai fasilitas militer dan lokasi strategis di Teheran serta kota-kota lain di Iran.
Serangan tersebut memicu eskalasi regional yang lebih luas. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan ribuan drone ke berbagai target di 'Israel' serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Beberapa negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain bahkan melaporkan berhasil mencegat sebagian rudal yang melintas di wilayah mereka.
Sementara itu, serangan udara Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap Iran terus berlanjut dan menimbulkan dampak besar bagi stabilitas kawasan. Laporan media internasional menyebut operasi militer gabungan tersebut telah menewaskan ribuan orang dan memicu kekhawatiran perang regional yang lebih luas di Timur Tengah.
Para pengamat menilai pengiriman bom dalam jumlah besar oleh Amerika Serikat menunjukkan komitmen Washington untuk terus mendukung operasi militer 'Israel'. Namun langkah tersebut juga meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional bahwa konflik Iran–Israel dapat berkembang menjadi perang besar yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)
